Kadin: Blackout Ganggu Produksi Industri dan Kepercayaan Investor di Batam

Roma Nasir Hutabarat. (internet)

BATAM (gokepri.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam menilai pemadaman listrik atau blackout yang melanda Batam pada Senin (12/10) berdampak luas terhadap aktivitas dunia usaha, terutama sektor manufaktur, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Kadin Batam Roma Nasir Hutabarat mengatakan, listrik merupakan kebutuhan utama bagi kegiatan usaha di Batam. Gangguan pasokan listrik berkepanjangan membuat sejumlah perusahaan tidak dapat menjalankan operasional seperti biasa, bahkan sebagian pekerja terpaksa diliburkan.

“Dampaknya sangat menyeluruh bagi perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Batam. Mereka datang ke kantor Kadin mengeluhkan blackout ini karena tidak bisa melakukan pekerjaan sebagaimana biasanya,” kata Roma di Batam, Rabu.

Menurut dia, sektor manufaktur menjadi salah satu bidang yang paling terdampak karena sebagian perusahaan beroperasi selama 24 jam. Terhentinya pasokan listrik tidak hanya menghentikan proses produksi, tetapi juga berpotensi memperpanjang waktu pemulihan operasional setelah listrik kembali normal.

Roma menjelaskan, dampak gangguan listrik bisa berlangsung lebih lama dibandingkan durasi pemadaman. Perusahaan membutuhkan waktu untuk memulihkan proses produksi, sehingga gangguan yang terjadi dalam waktu singkat sekalipun dapat memengaruhi kegiatan usaha selama beberapa hari.

“Kalau di perusahaan itu mati listrik sampai berkelanjutan, pemulihan operasionalnya juga membutuhkan waktu. Bisa saja gangguan listrik berlangsung dua hari, tetapi dampaknya terhadap kegiatan usaha mencapai tiga sampai empat hari,” ujarnya.

Hingga Rabu, Kadin Batam belum menerima laporan terperinci mengenai total kerugian yang dialami pelaku usaha. Menurut Roma, gangguan komunikasi saat pemadaman juga menyulitkan pengumpulan informasi dari perusahaan.

Meski belum memiliki angka pasti, ia memperkirakan kerugian dunia usaha mencapai angka yang sangat besar. Namun, ia menegaskan belum dapat menyampaikan nilai kerugian secara aktual karena belum didukung data dan laporan perusahaan.

Untuk menjaga kegiatan operasional, sebagian perusahaan menggunakan generator set (genset) sebagai sumber listrik alternatif. Namun, menurut Roma, penggunaan genset bersifat sementara dan tidak sepenuhnya mampu menopang kebutuhan operasional industri dalam jangka panjang.

“Genset memang menjadi salah satu solusi yang dilakukan perusahaan. Namun, penggunaannya bersifat insidental dan tidak bisa terus-menerus menggantikan pasokan listrik utama,” katanya.

Ads bp batam 2026 baru

Selain manufaktur, gangguan listrik turut memengaruhi kegiatan usaha lain yang bergantung pada pasokan energi, termasuk pariwisata dan UMKM. Sejumlah kegiatan kerja yang membutuhkan kehadiran langsung juga tidak dapat berjalan normal.

Roma menyebut, dampak blackout tidak hanya berkaitan dengan kerugian material, tetapi juga menyangkut citra Batam sebagai kawasan investasi. Menurut dia, gangguan listrik berskala luas berpotensi menimbulkan kekhawatiran investor terhadap keandalan infrastruktur pendukung kegiatan usaha.

Ia mengingatkan, bahwa Batam selama ini dikenal sebagai kota industri dan tujuan investasi, sehingga keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Yang paling kami sayangkan adalah dampaknya terhadap citra Batam sebagai kota investasi. Investor tentu berharap kegiatan usaha mereka dapat berjalan dengan dukungan infrastruktur yang andal. Kami khawatir kejadian seperti ini membuat mereka bertanya-tanya apakah gangguan serupa akan terulang,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Kadin Batam berencana menemui pihak PLN untuk memperoleh penjelasan mengenai penyebab gangguan sekaligus membahas langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Roma mengatakan, Kadin membutuhkan informasi yang jelas dari PLN agar dapat meneruskannya kepada para pengusaha, termasuk mengenai langkah pemulihan dan upaya menjaga keandalan pasokan listrik ke depan.

Menurut dia, pemulihan pasokan listrik perlu diikuti langkah evaluasi menyeluruh agar aktivitas industri dan dunia usaha di Batam dapat berjalan lebih stabil.

“Kami berharap ke depan blackout tidak terjadi lagi, sehingga kepercayaan investor tetap terjaga dan mereka tidak ragu menanamkan modal di Batam,” kata Roma. *

Penulis: Engesti

Pos terkait