Batam (gokepri) – Di tengah rencana investasi di Pulau Rempang, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Zahnawi Pandra Arsyad berpesan agar media ikut berperan memberikan pencerahan kepada masyarakat dengan berita yang benar sehingga masyarakat tak menerima informasi yang simpang siur.
“Karena tentu pemerintah bertujuan baik mensejahterakan masyarakat. Bagaimana pun juga, kita harus jadi problem solver,” katanya saat dimintai komentarnya soal rencana investasi di Rempang.
Di sisi lain, perlu ada pendekatan dan sosialisasi agar masyarakat jangan merasa terancam. “Kami pun di sini, Polri bertujuan untuk memelihara situasi kamtibmas yang aman, kondusif dan damai. Jadi, mari kita sama-sama saling menjaga,” tuturnya. Ia mengajak semua pihak mendukung program pemerintah yang bertujuan mensejahterakan masyarakat. Kepada masyarakat, ia pun berpesan jangan sekali-kali menerima informasi yang beredar, tanpa dicek dulu kebenarannya.
Baca Juga: Investasi Rp172 Triliun Serap Tenaga Kerja dari Pulau Rempang
Diberitakan sebelumnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan pihaknya akan mempersiapkan lahan kavling seluas 500 meter persegi dan bersertifikat kepada warga yang bersedia direlokasi. Lokasi kavling tersebut berada di Pulau Galang, berlokasi di sebelah selatan Pulau Rempang. “Di kavling tersebut juga akan dibangun rumah tipe 45,” imbuh Rudi, Minggu (27/8/2023) di Batam.
Luas kavling tersebut tersebut bertambah jika dibandingkan dengan rencana awal, yang hanya seluas 200 meter persegi. Masyarakat juga akan diberikan Hak Guna Bangunan (HGB) terhadap tanah dan rumah yang berdiri, serta gratis biaya Uang Wajib Tahunan (UWT) selama 30 tahun.
“Wilayah ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas ibadah, olahraga, akses jalan, listrik, pasar tradisional, puskesmas, sekolah, dan taman pemakaman umum (TPU). Kami juga akan membangun pelabuhan dan dermaga guna mempermudah aktivitas warga khususnya nelayan,” ungkapnya.
Baca Juga: INFOGRAFIS: Rencana Relokasi Penduduk di Rempang
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan serta pengembangan Pulau Rempang akan melibatkan masyarakat setempat, termasuk rekrutmen tenaga kerja untuk proyek yang bakal berlangsung.
Dengan nilai investasi yang cukup besar, pihaknya optimis jika pendidikan dan pelatihan khusus yang akan diberikan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) selaku pengelola Pulau Rempang nanti akan mampu meningkatkan taraf hidup warga.
“Harapan besar pemerintah adalah dengan pembangunan ini, anak-anak di pulau ini akan terlibat dalam pembangunan, sehingga, kesejahteraan dapat merata dirasakan oleh semua warga, tidak hanya di Batam melainkan hingga Rempang dan sekitarnya,” ucapnya.
Pengembangan Rempang Eco-City mencakup pengembangan terintegrasi untuk industri, jasa, komersial, agro-pariwisata, residensial, dan pembangkit listrik tenaga surya. Rencana investasi sebesar Rp381 triliun dan diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 306.000 orang hingga 2080.
Pada tahap awal, Xinyi Group mengucurkan investasi USD11,5 miiar atau setara Rp172,5 triliun. Mereka akan membangun pabrik kaca terbesar kedua di dunia dan solar panel. Investasi ini menciptakan setidaknya 35.000 lapangan kerja baru.
Baca Juga: Riwayat Panjang Perjanjian Pulau Rempang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









