Istri Amsakar Diperiksa Polda Kepri Terkait Unjuk Rasa di BP Batam

Erlita Sari, istri Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Foto: Istimewa/Facebook Erlita Sari Sari.

Batam (gokepri.com) – Erlita Sari, istri Wakil Wali Kota Batam Amsakar Acmad dipanggil Polda Kepri untuk diperiksa terkait unjuk rasa tolak relokasi Rempang di Kantor BP Batam, Senin 11 September lalu.

Sebelumnya nama Amsakar yang mencuat di jagat media sosial karena diduga terlibat dalam aksi tolak relokasi tersebut.

Dalam informasi yang beredar Amsakar diduga jadi penggerak dan menyumbang aksi tolak relokasi itu. Amsakar juga dikabarkan dipanggil Polda Kepri untuk diperiksa.

Baca Juga: Unjuk Rasa Pertahankan Kampung Tua di Rempang, Rudi Ajak Warga Temui Pemerintah Pusat

Saat dikonfirmasi Amsakar membantah dirinya diperiksa Polda Kepri atas kericuhan yang terjadi. Ia juga menepis bahwa dirinya sebagai donatur dalam aksi tersebut.

“Siapa pula yang bilang saya diperiksa Polda? Saya lagi tanda tangan berkas di kantor,” ujar Amsakar saat di hubungi sejumlah wartawan melalui telepon WhatsApp, Jumat 15 September 2023.

Ia menjelaskan, saat ini di meja kerjanya sudah bertumpuk surat-surat dan map-map yang harus ditandatangani.

“Macam mana pula saya diperiksa, ini sudah disposisi surat-surat,” katanya.

Meski begitu, Amsakar mengakui bahwa istri, Erlita Sari yang diundang oleh Polda Kepri, Jumat (15/9/2023) untuk wawancara klarifikasi kabar terlibat dalam aksi unjuk rasa penolakan relokasi warga Rempang pada Senin 11 September lalu.

Amsakar juga menduga oknum yang memposting video yang viral beberapa waktu lalu juga dipanggil. Oknum tersebut yang mengaitkan Erlita terlibat dalam aksi tersebut.

“Undangan itu jam 9 pagi. Dimulai pukul 11.00. Abis itu sekitar 11.15 berakhir karena mau Jumatan. Nah, saya ke rumah, makan, ngopi, lalu ke kantor. Lalu ibu lanjut lagi ke Polda,” paparnya.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menepis adanya isu tersebut. Pihaknya membantah bahwa ada pemeriksaan Wakil Wali Kota Batam.

“Jadi gini, saya sudah konfirmasi ke Dirkrimum Polda kepri. Pasca kejadian tanggal 11, semua diminta keterangan. Tapi kalau mengarah pemeriksaan Wawako tidak benar.Jadi dari 43 orang yang diperiksa. Mereka terbakar dari ajakan di sosmed,” kata dia, Jumat 15 September 2023.

Ia mengatakan masyarakat hanya terprovokasi dari postingan netizen tak bertanggungjawab. Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih jeli dalam bersosial media.

“Kepada netizen jangan terprovokasi dengan hal begini. Gambar yang beredar di sosmed. Tentang penganiayaan pihak kepolisian. Itu semua hoaks. Itu menyangkut masalah ITE,” kata dia.

Saat ini, Polda Kepri sedang melakukan pendalaman terhadap orang yang menyebarkan isu tersebut. Ia juga memeriksa semua pelaku yang tertangkap,” kata dia.

“Sekarang kita lagi mendalami, dan meminta keterangan semua pihak. Siapa yang menggerakkan. Karena ada pengakuan dari pelaku, dikasih uang Rp20 ribu dikasih nasi bungkus,” kata dia.

Pandra mengatakan semua secara keseluruhan pihaknya tak pernah mengarah kepada satu orang.

Sementara itu Kadis Komunikasi dan Informatika Batam Rudi Panjaitan pun mengaku belum mengetahui informasi soal Wakil Wali Kota Batam yang dipanggil Polda Kepri untuk diperiksa.

“Belum tahu saya ada info itu,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN