Batam (gokepri) – PT Aviasi Solusi Prima atau Flybest Academy berinvestasi di Batam dengan mendirikan akademi penerbangan untuk calon pilot. Menggandeng Alpha Aviation Group (AAG), nilai investasinya mencapai USD6 juta atau setara Rp93,1 miliar,
Komitmen investasi itu sudah disampaikan langsung kepada Badan Pengusahaan Batam. BP Batam menghadiri pertemuan PT Aviasi Solusi Prima (Flybest Academy) dan Alpha Aviation Group (AAG) di Ruang Rapat Kelong Baba, Batam, Jumat (15/12).
Pertemuan ini dihadiri oleh General Manager Unit Usaha Pengelola Logistik Aerocity, Kurnia Budi dan Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait. Sementara dari Flybest Academy dihadiri oleh Direktur Utama, Karin Item dan Direktur AAG, Peh Teh Keng.
Baca Juga: Batam Aero Technic Ajukan Perluasan Lahan, Incar Investasi Rp7 Triliun
FlyBest Academy adalah lembaga pelatihan penerbangan yang menawarkan program pelatihan yang komprehensif bagi calon pilot di Kota Batam.
Direktur Utama Flybest Academy Karin Item mengatakan perusahaannya berencana akan berkolaborasi bersama AAG Singapura. Kolaborasi tersebut dalam bentuk pengembangan sekolah penerbangan berkelas internasional di Kota Batam.
“Kami sudah 10 tahun di Batam dan berencana melakukan kolaborasi dengan AAG Singapura, dengan target 100 orang siswa dari Indonesia, Singapura, Vietnam, China dan India,” ujarnya.
Flybest Academy dan AAG Singapura, berencana akan berinvestasi sebesar USD6 Juta dalam tiga tahun di Kota Batam. Ia berharap BP Batam dapat mendukung Flybest dalam pengembangan sekolah penerbangan berskala internasional ini.
General Manager Unit Usaha Pengelola Logistik Aerocity, Kurnia Budi menyambut baik kolaborasi Flybest Academy dengan AAG Singapura ini. BP Batam siap mendukung pengembangan sekolah penerbang dari Flybest Academy.
“Kami siap membantu Flybest untuk mengembangkan usahanya di sektor sekolah penerbang. Tentunya hal ini dapat berdampak pada perekonomian di Kota Batam,” kata Kurnia Budi.
Menurut dia, untuk menunjang sekolah penerbang ini sudah terdapat di Master Plan Bandara Hang Nadim, sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor 47 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Bandar Udara Hang Nadim di Kota Batam. “Untuk general aviation terdapat 6,5 hektare di Bandar Udara Hang Nadim, tentunya dengan luas yang dibutuhkan ini lebih dari cukup,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









