Indeks Keyakinan Konsumen: Harga Kebutuhan di Kepri Masih Terjangkau Daya Beli

Daya Beli Kepri
Seorang warga Kota Batam berbelanka UKM menggunakan uang digital. (ANTARA)

Batam (Gokepri.com) – Survei Bank Indonesia menunjukkan daya beli masyarakat di Kepri masih terjaga pada awal 2021. Mengindikasikan perbaikan ekonomi berdampak pada pendapatan masyarakat.

Tim Pengendali Inflasi Daerah Kepulauan Riau menilai deflasi pada Maret 2021 yang lebih rendah dibanding Februari 2021 menunjukkan tingkat permintaan masyarakat masih terjaga di tengah perbaikan ekonomi yang terus berlangsung.

“Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen pada Maret 2021 yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen masih berada pada tingkat optimistis,” kata Wakil Ketua TPID Kepri Musni Hardi K Atmaja di Batam, Rabu (7/4/2021).

Hasil Survei Penjualan Eceran pada Maret 2021 juga menunjukkan perkiraan penjualan saat bulan itu mengalami peningkatan dibandingkan realisasi penjualan pada Februari 2021.

Menurut dia, kedua hasil survei tersebut mengindikasikan daya beli masyarakat masih terjaga di tengah berlanjut-nya perbaikan ekonomi yang berdampak pada tingkat pendapatan masyarakat.

Memasuki April 2021, tekanan inflasi diperkirakan kembali meningkat seiring dengan Ramadhan yang akan dimulai pada pekan kedua.

Sementara itu, TPID menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) pada Maret mengalami deflasi -0,07 persen (mtm), meningkat dibandingkan Februari sebesar -0,60 persen (mtm).

“Komoditas utama penyumbang deflasi pada Maret 2021 yakni cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras,” ucap-nya.

Deflasi bersumber dari penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama didorong penurunan harga cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras, seiring lancarnya pasokan dan panen pada sentra produsen.

Sementara itu, sejalan penurunan harga emas di pasar global, komoditas emas perhiasan juga turut memberikan andil terhadap deflasi di Kepri.

“Deflasi lebih lanjut tertahan oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas antara lain daging ayam ras, minyak goreng dan makanan jadi sejalan dengan penyesuaian harga dari pemasok/produsen,” tuturnya. (Can)

BAGIKAN