Batam (gokepri.com) – Sejumlah penjual es kelapa di kawasan Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, mengaku omzet penjualannya menurun akibat hujan dalam beberapa hari ini.
Yono (34), seorang pedagang di kawasan Mega Legenda Batam Center mengatakan bahwa omzet penjualannya menurun akibat Batam diguyur hujan. Katanya, hanya beberapa pembeli saja yang datang, itupun dalam jumlah terbatas.
“Di Batam hujan seharian. Biasa yang beli lebih dari 10 orang, beberapa hari ini paling satu dua orang saja,” katanya, Rabu 24 November 2021.
Biasanya, lanjut dia, dalam sehari ia bisa menghabiskan 10 sampai 20 buah kelapa. Namun, kini ia harus memutar otak agar jualannya laku. Omzet yang ia dapat juga tidak seberapa, bahkan katanya untuk mengembalikan modal saja sulit.
“Kalau yang es itu sisa bawa pulang minum sendiri. Tapi, kalau yang buah biasanya masih ada yang mau. Sehari itu biasa bisa untung Rp50 sampai Rp100 ribu,” katanya.
Meski mengalami penurunan omzet, Yono mengaku tetap bersyukur. Dirinya yakin bahwa rezeki sudah ada yang mengatur.
“Kita bersyukur saja lagi, kan sudah ada yang mengatur. Kalau kita memang maunya panas saja kan,” katanya.
Penjual lainnya, masih di kawasan yang sama, juga mengaku demikian. Baginya, naik turunnya pendapatan meruapakan hal yang biasa dalam berdagang.
“Kalau musim hujan gini, apa lagi awet hujannya, memang agak sulit. Disyukuri saja,” katanya. (engesti)
Baca juga: Pedagang Kaki Lima dan Warung Kecil Bakal Dapat Bantuan Tunai Rp1,2 Juta









