Heboh Keluarga Pasien Minta Rekam Medis di RS Awal Bros

RS Awal Bros Batam
Tangkapan layar dari video seorang perempuan marah di RS Awal Bros Batam.

Batam (gokepri) – Video seorang perempuan marah-marah meminta rekam medis di RS Awal Bros Batam viral. Rumah sakit tersebut menolak membuka rekam medis pasien yang disebut abang dari perempuan itu. Alasannya kerahasiaan informasi medis, kecuali ada surat keterangan resmi dari istri pasien.

Video perempuan itu diunggah di TikTok oleh akun @yunasibu. Perempuan itu menghadap ke kamera, dengan nada tinggi ia bercakap dengan sejumlah orang. Tak begitu jelas lokasinya, tapi dari percakapan perempuan itu, diketahui berada di RS Awal Bros Batam. Dari video itu diketahui ia meminta penjelasan ihwal abangnya yang meninggal di RS Awal Bros Batam pada 2022. Abangnya mengidap kanker stadium empat.

“Saya meminta riwayat (pengobatan) abang saya. Kenapa susah sekali memberikan informasi, saya bolak-balik seperti bola ping-pong ya,” ujar perempuan dalam video itu. “Abang saya katanya kanker stadium empat, apa proses pembedahan (perut) ada di stadium empat,” tanya perempuan itu lagi. Menurut penuturan perempuan itu, jenazah abangnya dalam kondisi perut terbelah.

Baca Juga: RS Awal Bros Batam Buka Lowongan Kerja, Cek Kualifikasinya

Video berdurasi 3 menitan itu menyebar dengan cepat di dunia maya, terutama di TikTok, lalu ke platform Instagram dan X sejak Kamis 25 Januari 2024. Sepanjang video, ia meminta rekam medis dari abangnya. Ia juga menuding pihak RS Awal Bros menutupi informasi ihwal abang kandungnya. Perempuan itu lalu mengunggah video terpisah soal kronologi.

RS Awal Bros buka suara. Manager Marketing dan Humas RS Awal Bros Batam, Cynthia, membenarkan kejadian perempuan marah-marah sesuai video yang viral. Kejadiannya terjadi pada Rabu 24 Januari 2024. “Ada wanita mengaku sebagai adik pasien yang dirawat di RS Awal Bros, 2 tahun yang lalu,” kata dia Kamis 25 Januari 2024.

Setelah RS Awal Bros melakukan penelusuran, pasien yang dimaksud oleh wanita tersebut meninggal dunia pada bulan Mei 2022. “Waktu itu yang menunggu pasien ini istrinya, segala informasi medis sudah kami serahkan ke istrinya,” kata Cynthia.

Saat masa perawatan di RS Awal Bros waktu itu, pasien yang dimaksud oleh si wanita didampingi oleh istrinya dan sekaligus menjadi penaanggung jawab pasien. “Kemarin itu, datang mengaku sebagai adiknya, mencurigai [kami] lah. ‘Saya mau minta informasi abang saya,’ kurang lebih begitu kata dia. Tentu kami tidak bisa memberikan, karena kalau memang mau minta harus ada surat kuasa dari istri pasien,” kata dia.

Cynthia menjelaskan jika wanita tersebut bisa membawa surat kuasa dari istri pasien, tentu pihaknya akan memberikan informasi yang dimintanya. “Ini dia mengaku sebagai adiknya, belum ada memberikan dokumen persyaratan yang kami minta juga. Belum apa-apa sudah marah dan viral,” kata dia.

RS Awal Bros bersama para legalnya tengah membahas persoalan ini. “Kalau sudah keputusan dari kami, nanti akan kami sampaikan segera,” kata dia.

Ia menegasakan RS Awal Bros Batam berkomitmen bahwa privasi pasien sebagai prioritas utama. RS Awal Bros juga saat ini sedang meninjau permintaan informasi medis dari seseorang yang mengklaim sebagai adik pasien yang sebelumnya dirawat dan telah meninggal dunia pada tahun 2022 lalu.

“Selama proses pengobatan, seluruh dokumen, termasuk resume medis dan dokumen klaim asuransi, telah dengan teliti diserahkan kepada istri pasien sebagai penanggung jawab dan ahli waris,” kata dia.

RS Awal Bros memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil tetap berada dalam kerangka hukum dan menghormati norma-norma etika medis yang berlaku untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan informasi pasien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

Pos terkait