Heboh Air Sinkhole di Nagari Situjuah Berkhasiat, Ini Penjelasan BRIN

Sinkhole di Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (internet)

PAYAKUMBUH (gokepri.com) – Viral air sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dianggap berkhasiat. Menyikapi hal itu, Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menegaskan warna biru jernih air tersebut terbentuk akibat filtrasi alami.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena lokasi sinkhole berada di kawasan batu gamping atau batu kapur. Ia menilai, air yang muncul telah melalui proses filtrasi alami di dalam lapisan batuan sehingga terlihat jernih.

“Itulah yang perlu kita edukasi ke masyarakat, karena bagaimanapun itu bukan air yang tiba-tiba muncul. Memang air itu ada dalam lapisan batu gamping yang kemudian sekarang ini muncul akibat pembentukan dari sinkhole,” ujar Adrin, Minggu (11/1/2026).

HBRL

Ia menegaskan, sinkhole terbentuk akibat runtuhnya lapisan tanah di atas rongga besar yang berada di batu gamping. Rongga tersebut terbentuk secara alami melalui proses pelarutan batuan oleh air dalam waktu yang lama.

Ia juga menjelaskan, di bawah lapisan tanah terdapat batu gamping tidak masif yang mudah membentuk rongga. Di Sumatera Barat, rongga besar tersebut memicu amblasan tanah hingga terbentuk sinkhole berdiameter signifikan.

Untuk itu, Adrin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang viral terkait khasiat air sinkhole tersebut. Selain tidak terbukti secara ilmiah, area sinkhole justru memiliki potensi bahaya karena kemungkinan terjadinya amblasan susulan.

Ia menekankan, pentingnya edukasi masyarakat agar tidak mendekati lokasi sinkhole demi keselamatan. Ia meminta masyarakat untuk menunggu hasil kajian teknis lanjutan dari tim geologi di lapangan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota juga mengambil langkah cepat menyikapi fenomena ini. Pemerintah daerah meminta Badan Geologi Bandung melakukan kajian mendalam terkait kondisi dan potensi risiko sinkhole.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengatakan pemerintah telah bersikap sejak awal kejadian. Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

“Untuk masyarakat yang mengambil air untuk pengobatan dan lain-lain, sebetulnya kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Mereka sudah mengambil dan melakukan uji lab kadar air yang ada di sana,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah utama pemerintah daerah saat ini adalah mengamankan masyarakat agar tidak terjadi korban jiwa. Koordinasi intensif dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perangkat daerah lainnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan kajian awal tim geologi menunjukkan potensi amblasan tambahan akibat air yang meluber. Namun, pengujian mengindikasikan debit air relatif kecil dan tidak tergolong besar. *

(sumber: rri.co.id)

 

Pos terkait