BATAM (gokepri) – Warga Batam memilih mudik melalui Malaysia dan jalur darat karena biaya yang lebih murah dibandingkan penerbangan langsung. Harga tiket pesawat Batam-Jakarta bahkan mencapai Rp8,7 juta untuk kelas bisnis.
Velia misalnya, warga Batam Center, memilih mudik melalui Malaysia menuju Jakarta dengan rute perjalanan Batam-Johor-Kuala Lumpur-Jakarta. Velia mengaku dapat menghemat hingga Rp300.000 per orang, dengan total keluarga lima orang.
“Jika ditotal, bisa hemat Rp3.500.000. Biaya perjalanan melalui Malaysia ke Jakarta jauh lebih murah daripada berangkat melalui Hang Nadim,” kata Velia belum lama ini.
Velia dan keluarga, yang saat ini sedang dalam perjalanan, menyebutkan mendapat tiket pesawat seharga Rp500.000 per orang untuk rute Malaysia-Jakarta. Sementara itu, jika dilihat melalui aplikasi Traveloka, Velia menyebutkan harga tiket pesawat sudah mencapai Rp1.500.000 per orang. Pada aplikasi yang sama, Senin, 24 Maret 2025, harga tiket pesawat Batam-Jakarta telah mencapai Rp8.700.000 dengan kategori kelas bisnis tanpa pilihan kelas ekonomi.
Velia menjelaskan mudik melalui Malaysia hanya memerlukan biaya feri penyeberangan internasional sebesar Rp300.000 per orang dan tambahan Rp100.000 per orang untuk perjalanan dari Larkin menuju KLIA Malaysia. “Dengan biaya Rp1.500.000 per orang, sudah cukup untuk tiket feri dan bus dari Larkin ke KLIA, bahkan masih bersisa,” jelasnya.
Sementara itu, Wahyu, warga Tiban, mengaku terpaksa membatalkan niat mudik setelah melihat harga tiket pesawat rute Batam-Surabaya. Melalui aplikasi Traveloka, Wahyu menyebutkan harga tiket telah mencapai Rp4.000.000 per orang untuk keberangkatan Senin (24/3/2025). Saat ini, Wahyu sedang memikirkan rencana berangkat melalui KLIA Malaysia setelah mengetahui harga tiket pesawat yang jauh lebih murah. “Jika dilihat di aplikasi, berangkat dari Batam ke Surabaya ada transit di KLIA. Mending saya berangkat dari sana untuk pulang ke Surabaya,” ujarnya.
Direktur Utama Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah, mengatakan meskipun sudah ada diskon tiket dari pemerintah hingga 14 persen, belum ada dampak signifikan terhadap jumlah kunjungan penumpang. Pikri mengatakan arus penumpang masih landai dan normal, belum ada peningkatan. “Biasanya akan terlihat dua minggu sebelum Lebaran. Baru muncul extra flight ataupun charter dan bigger aircraft,” ujar Pikri.
Selain insentif dari pemerintah, BIB juga memberikan insentif potongan 50 persen Passenger Service Charge (PSC/Airport Tax). Diharapkan dengan insentif ini, penumpang di Bandara Hang Nadim Batam meningkat. “Ini guna memberikan kelonggaran dan kemudahan bagi para pemudik,” ucapnya.
Sebelumnya, pemerintah menerbitkan kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 6 persen. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Perumahan Rakyat (Menko IPR), Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan bahwa kebijakan itu berlaku selama periode perjalanan 24 Maret hingga 7 April 2025. Ia berharap kebijakan PPN DTP dapat menurunkan tarif tiket ekonomi penerbangan domestik hingga 14 persen.
Baca Juga: Lonjakan Pemudik Kapal Pelni 110 Persen, Rute Batam-Belawan Terpadat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









