Harga Beras, Minyak Goreng dan Daging di Tanjungpinang Naik

Kantor Bulog Tanjungpinang. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Sejumlah harga pangan mulai dari beras, daging sapi hingga minyak goreng mengalami kenaikan. Kenaikan harga beras sudah terjadi sejak 1 Mei 2024 lalu. Masyarakat resah karena pengeluaran bulanan bertambah.

Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan, kenaikan sejumlah bahan pangan tersebut sudah diatur oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Faktor cuaca menjadi penyebab naiknya harga beras.

“Jadi untuk mengimbangi harga jual petani maka harus dinaikkan harganya,” kata dia saat ditemui, Selasa 14 Mei 2024.

HBRL

Baca Juga: Warga Tanjungpinang Jangan Cemas, Harga Beras di Pasaran Aman

Untuk wilayah Kepulauan Riau Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP Rp11.300 per kilogram. Untuk HET beras SPHP di tingkat konsumen Rp13.100 per kilogram.

Sedangkan harga jual beras SPHP di tingkat ritel atau toko sembako masih berada di batas harga eceran tertinggi yakni Rp62.200 hingga Rp65.000.

“Naik Rp1000. Ini untuk menjaga stabilitas harga juga,” kata dia.

Meski mengalami kenaikan, pihaknya memprediksi bakal ada penurunan harga. Tetapi tidak dalam waktu dekat. Pihaknya juga mengklaim stok beras aman untuk tiga bulan ke depan

“Kemungkinan turun tentu ada,” kata dia.

Sementara, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan aturan HET minyak goreng kemasan telah ditetapkan pada angka Rp14 ribu per liter, kini menjadi Rp15 ribu per liter.

“Harga Rp15 ribu, karena kita mengelola minyak goreng komersial jadi disesuaikan dengan harga pasaran,” kata dia.

Meski begitu, ia mengaku stok minyak goreng masih melimpah di gudang. “Kita ada 8.000 liter. Satu bulan biasa habis 1.000 liter. Jadi cukup,” jelas dia.

Sedangkan harga daging daging sapi segar naik menjadi Rp160.000 perkilo dari Rp135.650 perkilo.

“Tapi stok kita banyak untuk yang daging beku. Ada 1.100 ton,” kata dia.

Sementara salah satu warga Tanjungpinang, Mujiati mengaku resah dengan kenaikan sejumlah bahan pangan.

“Biasa beli beras Rp50 ribuan sekarang jadi Rp60 ribu. Padahal beras Bulog,” kata dia.

Ia pun mengaku, pengeluaran bulanan untuk belanja bahan makanan menjadi bertambah. “Ya kalau naik tidak mungkin tidak beli. Kan hari-hari makan nasi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
.
Penulis: Engesti

Pos terkait