INFO GOKEPRI — Suasana Syawal dimanfaatkan sebagai momentum mempererat kebersamaan sekaligus meneguhkan identitas budaya Melayu. Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menghadiri kegiatan halalbihalal yang diselenggarakan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau di Balai Adat Indera Sakti, Tanjungpinang, Senin (14/4/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai budaya Melayu yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kepulauan Riau.
Ketua LAM Kepri Raja Al Hafiz menegaskan, halalbihalal memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan. Momentum ini dinilai penting dalam menjaga persatuan sekaligus merawat nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Provinsi Kepri, khususnya dalam pengembangan Pulau Penyengat sebagai pusat kebudayaan Melayu. Menurutnya, kawasan tersebut kini semakin hidup sebagai destinasi wisata religi dan budaya.
Penguatan posisi Pulau Penyengat juga ditopang oleh rencana pembangunan monumen Bahasa Indonesia, yang diharapkan semakin menegaskan peran historis kawasan tersebut dalam perjalanan bangsa.

Gubernur Ansar Ahmad dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi sebagai bagian dari kekuatan sosial masyarakat. Di tengah arus modernisasi, menurut dia, nilai-nilai budaya tetap perlu dirawat agar tidak tergerus perubahan zaman.
“Silaturahmi seperti ini harus terus kita jaga, karena menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan dan memperkuat identitas budaya daerah,” ujarnya.
Ansar juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang kebudayaan. Kolaborasi yang telah terjalin selama ini dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian nilai budaya.
Lebih lanjut, ia mengajak LAM Kepri serta seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawal berbagai program pembangunan daerah, termasuk rencana pembangunan monumen Bahasa Indonesia di Pulau Penyengat.
Partisipasi publik, menurutnya, menjadi kunci agar setiap program dapat berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui momentum halalbihalal ini, sinergi antara pemerintah dan lembaga adat diharapkan semakin kuat, seiring dengan upaya menjaga warisan budaya Melayu dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Riau. (ADVERTORIAL)
Baca Juga: Mendorong Anambas Tumbuh, Gubernur Ansar Siapkan Infrastruktur dan Perlindungan Sosial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








