Batam (gokepri.com) – Habibi, seorang anak berumur dua tahun yang didiagnosa mengalami gizi buruk di Tanjunguma, Batam, Kepulauan Riau sekarang kondisinya sudah mulai membaik. Kini, Habibi telah mendapatkan perawatan di RSUD Embung Fatimah kota Batam.
Ibunda Habibi, Astina Panjaitan mengatakan, berat Habibi sebelumnya hanya 2.9 kg kini berangsur naik menjadi 3.5 kg raut wajah sang bayi pun sudah mulai membaik. Sebelumnya pucat seperti kurang cairan.
Astina berkisah, sejak bayi Habibi dilahirkan pada 23 Februari 2022 lalu kondisinya sudah mulai tidak baik dari BAB yang tidak lancar dan sering muntah.
“Awal – awal BAB tidak lancar dan tidak mau minum susu juga,” kata dia saat ditemui di RSUD Embung Fatimah Batam, Rabu 20 April 2022.
Memang kondisi ekonomi yang sulit dan gaji suami yang pas-pasan membuat Astina kurang mendapat asupan gizi yang baik pada saat hamil. Suami Astina Wahyu (38) hanya seorang kuli bangunan.
Bahkan, dirinya juga tidak mempunyai biaya untuk mendapatkan perawatan dokter. Namun, kini Astina mengaku senang kondisi bayinya berangsur membaik.
“Sekarang senang si adek udah bisa bermain lagi. Karena tidak ada biaya. Asuransi juga tidak ada yang bantau RT dan RW setempat,” katanya.
Sebelumnya, informasi mengenai Habibi yang mengalami gizi buruk ini, beredar di platform media sosial dengan narasi bahwa kehadiran Habibi adalah bentuk kegagalan dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam menjamin kesehatan bagi seluruh anak.
Nutrisionis RSUD Embung Fatimah Batam, Elizabeth menerangkan bahwa kondisi status Habibi saat masuk sudah dinyatakan Malnutrisi berat.
Hal ini dapat dilihat dari berat badan Habibi yang hanya 2,9 kilogram, dan berbeda dengan kondisi bayi berusia dua bulan yang seharusnya sudah mencapai berat 4 kilogram.
“Belum lagi diare parah yang diderita oleh Habibi saat masuk sejak tanggal 11 April lalu. Untungnya saat ini kondisi kritis itu sudah lewat, dan kondisi Habibi semakin hari semakin baik,” terangnya.
Mengenai penanganan medis yang dilakukan pihak RSUD, Elizabeth menuturkan bahwa selaku ahli gizi pihaknya langsung melakukan pemberian ReSomal untuk menghentikan kondisi diare.
Setelah diare Habibi berhasil ditangani, langkah medis yang dilakukan selanjutnya adalah pemenuhan gizi dengan pemberian susu formula khusus F75 hingga susu formula F100.
“Saat ini kondisi berat badan Habibi sudah hampir mencapai normal. Kemarin kita timbang, berat Habibi sudah mencapai angka 3,1 kilogram,” paparnya.
Walau demikian, Elizabeth menerangkan bahwa saat ini Habibi masih harus menerima perawatan dari tim medis untuk sementara waktu.
Nantinya saat sudah diperbolehkan kembali, Habibi juga akan menerima kontrol dari pihak Puskesmas setempat mengenai perkembangan gizi yang didapatkan olehnya.
“Sekarang masih harus dirawat lagi, beberapa hari kedepan kemungkinan akan pulang. Nanti di rumah akan dikontrol oleh ahli gizi dari Puskesmas Tanjung Uma,” terangnya.
Penulis: EngestiĀ









