Batam (Gokepri) – Hobi bersepeda digunakan Syahril Japarin untuk meninjau sumber air bersih Pulau Batam. Bersama 55 pesepeda berbagai komunitas, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam itu meninjau area tangkapan air waduk Duriangkang.
“Kami ingin tahu betul kondisi area tangkapan air secara langsung,” kata Syahril, Senin (24/8/2020).
Ahad (23/8/2020) kemarin, dia mengayuh sepeda untuk melihat dari dekat kondisi area tangkapan air Waduk Duriangkang. Syahril tak mengayuh sepeda sendirian. Dia didampingi sejumlah pejabat tingkat 2 BP Batam antara lain; Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Binsar Tambunan, Kepala Pusat Harmonisasi Kebijakan Memet E Rachmat, dan Kepala Biro Umum, Kurnia Budi.
Yang ikut bersepeda ke Duriangkang jumlahnya banyak. Dalam peninjauan itu ada sebanyak 55 pesepeda dari sejumlah komunitas sepeda di Batam turut serta, antara BIFZA Cycling Community (Bifza CC), Blue Bike Club (BBC), Cross Country Cycling Community (4C), dan Baitul Khasanah Gowes Community.
Peninjauan kondisi ATA dimulai pada pukul 07.00 WIB, menempuh jarak delapan kilometer, dimulai dari Jalur Hutan 1 (Piggy Gate) dan berakhir di Jalur Hutan 2.
Kondisi jalur yang licin dan berlumpur karena hujan, serta penuh dengan akar pohon, menjadi tantangan sendiri bagi pesepeda yang melintas di ATA Waduk Duriangkang.
“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari peninjauan lapangan yang dilakukan Anggota Bidang Pengelolaan dan Kawasan Investasi BP Batam, Sudirman Saad pada Kamis (20/8) lalu,” sambung Syahril.
Syahril dan puluhan pesepeda itu masih menemukan beberapa eceng gondok yang mengisi pinggiran waduk. Meski telah ditahan oleh floating barrier, menurut Syahril ada beberapa eceng gondok ke luar dari pembatas akibat kencangnya hembusan angin.
“Masih ada yang mengambang di permukaan waduk, karena harvester kami hanya satu unit. Sehingga pembersihannya belum optimal. Meski begitu kami terus lakukan agar Waduk Duriangkang bebas dari eceng gondok,” ujar Syahril.
Ia melanjutkan, dari hasil pemantauannya, tidak lagi ditemukan rumah-rumah liar dan kandang peternakan hewan yang dibangun. Namun, ia mengakui, perkebunan ilegal masih ditemukan di sekitar ATA Waduk Duriangkang.
“Pengamanan akan terus kami tingkatkan bersama Tim Terpadu BP Batam yang terdiri dari anggota Direktorat Pengamanan dan Aset serta Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan,” ujar Syahril.
Terkait hal tersebut, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan, mengatakan, telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memperketat pengamanan ATA Waduk Duriangkang agar kawasan hutan lindung dan ketersediaan air baku di Pulau Batam tetap terjaga. (Cg)
Baca Juga Kabar Lain:
- Dokter RSBP Batam Sembuh dari Covid-19
- Sepeda Lipat Canggih Keluaran Ducati
- BP Batam Kembali Buka Layanan Keliling di Perumahan Anggrek Sari
Editor: Candra









