BATAM (gokepri) – Pengelola Terminal Ferry Gold Coast Batam berkomitmen mencegah keberangkatan PMI ilegal. Pelabuhan pariwisata ini memperketat pengawasan dan bekerja sama dengan pihak imigrasi serta agen perjalanan. Langkah ini bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban pelayaran sekaligus melindungi calon pekerja migran dari risiko deportasi.
Gold Coast menekankan keberangkatan dari pelabuhan ini hanya diperuntukkan bagi wisatawan, bukan untuk tujuan bekerja di luar negeri tanpa dokumen resmi. General Manager Gold Coast International Ferry Terminal, Rusliden Hutagaol, menyatakan pihaknya terus berupaya mencegah pelanggaran tersebut. Meski demikian, ia mengakui masih ada oknum yang mencoba mencari celah untuk berangkat ke luar negeri tanpa izin kerja yang lengkap.
“Kami berusaha mencegah terjadinya pengiriman PMI ilegal. Sekarang banyak pekerja yang dideportasi. Pelabuhan ini adalah pelabuhan pariwisata, jadi yang berangkat itu tentunya turis. Tapi tidak bisa dipungkiri, ada satu dua yang mencoba berangkat dengan tujuan bekerja tanpa izin resmi,” jelas Rusliden, Sabtu (10/5/2025).
Menurut Rusliden, pihak terminal secara aktif memberikan imbauan kepada penumpang, terutama kepada calon pekerja migran yang berangkat tanpa dokumen resmi. Langkah preventif ini bertujuan agar mereka tidak mengalami penolakan di negara tujuan, khususnya Malaysia. “Kalau mau kerja ke Malaysia sepanjang ada proses perizinan dan permit, itu tidak masalah. Tapi *travel agent* yang menjual tiket ini kan bukan ranahnya untuk mengurus izin kerja, jadi mereka paling hanya bisa mengingatkan,” tambahnya.
Dalam dua minggu terakhir, Rusliden menyebutkan sudah ada beberapa penumpang yang ditolak oleh pihak imigrasi. Dalam kasus penolakan tersebut, pihak pengelola terminal bersama agen perjalanan memilih untuk mengembalikan dana tiket secara penuh sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik.
“Kalau ditolak imigrasi, kami minta travel yang menjual tiket untuk mengembalikannya. Mereka kan juga bekerja sama dengan kami. Pak Abi juga terutama yang meminta, artinya itu niat baik dan bentuk komitmen kami agar pelabuhan ini tetap menjadi jalur wisata yang aman dan tertib,” tegasnya.
Rusliden menambahkan Gold Coast Ferry Terminal berupaya menjadi pelabuhan yang paling aman dan minim dari penyalahgunaan keberangkatan PMI ilegal. Kerja sama yang erat antara pengelola pelabuhan, pihak imigrasi, dan agen perjalanan terus diperkuat untuk menekan angka keberangkatan pekerja migran ilegal. “Kami menjaga agar pelabuhan ini benar-benar steril dari praktik pemberangkatan ilegal. Ini bentuk tanggung jawab kami terhadap keamanan dan keselamatan para penumpang,” pungkasnya.
Baca Juga: Gerbang Baru Wisatawan, Gold Coast Batam Bidik Rute Singapura
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









