Gempa Bumi Guncang Maroko, Sedikitnya 630 Orang Tewas

Gempa bumi Maroko
Pengungsi di Marakesh, Jumat malam. Foto: Fadel Senna/AFP

Batam (gokepri) – Gempa bumi dahsyat melanda Maroko pada Jumat (8/9/2023) malam. Peristiwa ini menewaskan ratusan orang dan merusak bangunan serta bangunan bersejarah di kota-kota termasuk pusat pariwisata Marrakesh.

Dilansir Al Jazeera, sedikitnya 630 orang tewas di provinsi-provinsi dekat gempa, dan 320 lainnya yang terluka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kementerian Dalam Negeri Maroko mengatakan sebagian besar kerusakan terjadi di luar wilayah perkotaan.

Gempa tersebut berkekuatan 6,8 skala Richter dan berpusat di dekat kota Oukaïmedene di pegunungan Atlas Tinggi Maroko, sekitar 75 kilometer (47 mil) tenggara Marrakesh, kata Survei Geologi AS di situsnya. Institut Geofisika Nasional Maroko mengatakan gempa tersebut berkekuatan 7 skala Richter, situs berita online Hespress melaporkan.

Baca Juga: Kisah Rayan Awram Bocah Maroko Undang Simpati Dunia

Warga Maroko dan wisatawan memposting video di media sosial yang menunjukkan beberapa bangunan menjadi puing-puing.

Bagian dari tembok merah terkenal yang mengelilingi kota tua di Marrakesh, sebuah situs Warisan Dunia Unesco, juga rusak, tulis AP. Gempa tersebut dirasakan di Portugal dan Spanyol, menurut postingan media sosial.

Nasser Jabour, direktur Institut Geofisika Nasional Maroko, mengatakan kepada penyiar nasional SNRT bahwa gempa susulan yang lemah tercatat di episentrum gempa di wilayah Al Haouz. Jabour mendesak warga untuk tetap tenang, menurut Hespress.

Gempa sebesar ini jarang terjadi di wilayah tersebut, kata USGS. Sejak 1900, tidak ada gempa berkekuatan 6 kali lebih besar dalam jarak 500 km setelah gempa hari Jumat. SATU berukuran 5,8 lebih jauh ke barat dekat Agadir pada 1960 menyebabkan ribuan orang tewas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN