BATAM (gokepri.com) – Gas dari Natuna, Kepulauan Riau, selangkah lagi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di Batam setelah proses Gas-In Commissioning pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping berhasil dilakukan.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyebut proses Gas-In Commissioning berlangsung aman dan lancar pada 4 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proyek pembangunan pipa WNTS-Pemping yang akan membawa gas dari wilayah Natuna masuk ke Indonesia melalui Pulau Pemping, sebelum selanjutnya dialirkan menuju pembangkit PLN Batam di Tanjung Uncang.
Plh. Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, setelah proses commissioning pipa bawah laut selesai, tahapan berikutnya adalah melakukan commissioning pada Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping.
“PLN EPI akan terus mengawal tahapan berikutnya hingga gas dapat mengalir ke pembangkit,” kata Rakhmad dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10).
Menurut dia, keberhasilan Gas-In Commissioning tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan penugasan Menteri ESDM kepada PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping.
Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung pasokan gas domestik bagi sistem kelistrikan Batam, Sumatra Bagian Tengah, dan Jawa Barat.
Namun, gas belum langsung dialirkan ke pembangkit karena PLN EPI masih menunggu alokasi gas dari pemerintah serta menyelesaikan dokumen komersial dengan pemasok dan pembeli gas.
“Saat ini kami sedang mendiskusikan alokasi gas dengan Ditjen Migas dan SKK Migas serta menyelesaikan dokumen komersial, baik dengan pemasok hulu maupun pembeli, untuk selanjutnya dapat mengalirkan gas ke pembangkit,” ujarnya.
Proses Gas-In Commissioning sebelumnya dilakukan dengan membuka Double Block Blade Valve. Dalam proses tersebut, penyelam (diver) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) digunakan untuk memastikan tidak terdapat kebocoran pada titik tie-in maupun sepanjang jalur pipa hingga fasilitas di darat.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati mengatakan keberhasilan tahapan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Kementerian ESDM, Ditjen Migas, BPH Migas, SKK Migas, PLN, PLN Batam, Medco E&P Natuna, produsen gas West Natuna, TGI hingga PGN.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, Gas-In Commissioning pipa bawah laut WNTS-Pemping telah dilaksanakan dengan aman dan lancar pada 4 Oktober 2026.
Ia menyebut keberhasilan hot tapping, pembangunan hingga Gas-In Commissioning bukan hanya pencapaian teknis, tetapi menjadi bagian penting dari rangkaian masuknya gas Natuna melalui WNTS-Pemping ke Indonesia.
Djoko berharap seluruh rangkaian proyek dapat diselesaikan tepat waktu sehingga gas Natuna yang selama ini turut dialirkan ke Singapura dapat semakin dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Dengan selesainya tahapan Gas-In Commissioning pipa bawah laut, gas Natuna kini semakin dekat untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan domestik, terutama untuk memperkuat pasokan energi pembangkit listrik di Batam.
Penulis : Engesti







