Gas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, BPH Migas Dorong Optimalisasi Jargas di Batam

Jargas di Batam
Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas (kanan) dan Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman (dua dari kanan) memantau stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (17/5/2024). Foto: Humas BPH Migas

Batam (gokepri) – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas bumi di Tanah Air, salah satunya melalui jaringan gas bumi atau jargas, untuk menjadi penopang transisi energi.

“Gas bumi merupakan energi bersih, yang ramah lingkungan dan menjadi energi andalan dalam menopang transisi energi,” kata Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya, Minggu 19 Mei.

Baca Juga:

Menurut dia, BPH Migas aktif memantau pengembangan jargas, seperti di Kota Batam, Kepulauan Riau, untuk mengetahui kondisi jargas eksisting dan pengembangan infrastrukturnya.

“Dengan demikian, senantiasa saling berkoordinasi serta mendapatkan solusi atas tantangan yang ada,” terang Wahyudi di Kantor PT PGN Tbk Sales and Operation Region (SOR) I di Batam, Kamis (16/5/2024).

Wahyudi mengatakan gas bumi dapat menjadi penopang transisi energi karena termasuk dalam energi bersih yang ramah lingkungan.

“Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam peningkatan pemanfaatan gas bumi, khususnya di Kota Batam, termasuk untuk pembangkit listrik,” ujarnya.

jargas di batam
​​​​​​​Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan ke Kantor PT PGN Tbk Sales and Operation Region (SOR) I di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (16/5/2024). Foto: Humas BPH Migas

Di samping itu, Wahyudi mengungkapkan Kawasan Industri Panbil, Batam, juga telah terintegrasi dan menggunakan gas bumi untuk operasional industri serta komersial yang ada di area tersebut.

Pertumbuhan konsumen pengguna di wilayah Batam tercatat mengalami peningkatan sekitar 15 persen per tahun.

“Di Kawasan Industri Panbil contohnya, gas bumi dimanfaatkan untuk pelayanan hotel, usaha laundry, serta usaha komersial kategori restoran dan rumah makan. (Gas bumi) lebih efisien dan ramah lingkungan. Ini nilai tambahnya,” jelas Wahyudi.

Gas di Kota Batam, dipasok dari Medco E&P Grissik Ltd (MEPG), PHE Jambi Merang, dan PetroChina Jabung, yang disalurkan melalui pipa transmisi PT Transportasi Gas Indonesia.

“Sangat penting kehadiran gas bumi untuk mewujudkan pengembangan para investor sektor komersial dan industri, UMKM, restoran, serta rumah tangga dan pelanggan kecil, mengingat Batam menjadi destinasi kunjungan wisatawan negara tetangga,” tambahnya.

Wahyudi juga menyampaikan gas bumi dimanfaatkan untuk PLN Batam dan pembangkitan di kawasan industri.

“BPH Migas mendukung pengembangan pelayanan gas bumi di Batam untuk jargas rumah tangga, UMKM, restoran, perhotelan, serta investor industri-industri baru,” sebutnya.

Direktur Gas Bumi BPH Migas Soerjaningsih mengungkapkan kunjungan itu juga dalam rangka mendukung terealisasinya proyek strategis nasional terkait pembangunan jaringan gas rumah tangga di Batam oleh PGN.

“BPH Migas terus memonitor dan mendukung program PGN membangun jaringan gas bumi rumah tangga di wilayah Batam dengan target 250 ribu sambungan rumah tangga hingga 2027. Hal ini diperkirakan dapat menghemat penggunaan LPG sebanyak 25 ribu metrik ton setahun,” terangnya.

Division Head City Gas Sales & Customer Management PGN Ade Firman Hayatul Kalam menyampaikan jargas di Kota Batam terbagi dalam dua seksi.

Pertama, di utara, yaitu wilayah Batam Center dan kedua, di selatan, yaitu wilayah Batu Aji dan Lubuk Baja.

Saat ini, pelanggan area Batam adalah 6 pembangkit listrik, 101 komersial industri, serta 73 pelanggan kecil.

Sementara itu untuk rumah tangga, terdiri atas 3.822 pelanggan jargas APBN, serta 1.921 pelanggan program PGN Sayang Ibu (PSI).
Pemantauan SPBG

Dalam kunjungannya di Kota Batam, BPH Migas juga melihat secara langsung pengelolaan gas bumi di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan pengguna jargas.

Wahyudi menjelaskan peninjauan itu untuk melihat operasional SPBG yang melayani kendaraan, industri, dan komersial.

“SPBG di Batam Center ini melayani pengisian bahan bakar gas (BBG) bagi kendaraan umum (taksi), kendaraan dinas, dan kendaraan niaga umum lainnya. Rata-rata melayani 200 kendaraan per hari, semua berjalan lancar dan optimal,” ucapnya.

Wahyudi juga mengatakan saat berdiskusi dengan pengendara taksi, terungkap adanya penghematan yang mana saat menggunakan BBG mengeluarkan sekitar Rp55 ribu hingga Rp65 ribu. Sedangkan, menggunakan BBM mencapai Rp150 ribu.

“Alhamdulillah, para pengemudi taksi di Batam merasakan manfaat dari penghematan biaya pembelian BBM. Tentunya, akan menambah uang yang dibawa pulang hingga ratusan ribu rupiah per hari,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengapresiasi pengguna BBG untuk transportasi umum, seperti taksi.

Menurutnya, hal itu patut dicontoh karena sudah terbukti memberikan efisiensi secara ekonomi bagi pengendara.

“Ini sangat bagus dan perlu disampaikan kepada pengemudi (taksi) yang lain. Dengan menggunakan BBG dapat menghemat pembelian bahan bakar sehari-hari,” urainya.

Setelah itu, Saleh bersama Wahyudi juga mengunjungi masyarakat pengguna Jargas di Kecamatan Batu Aji, Batam. Saleh pun meminta masyarakat selalu menjaga aspek keselamatan saat menggunakan jargas.

“Terus waspada dan tingkatkan sisi keamanan saat memasak ketika menggunakan jargas. PGN akan selalu membantu mengawasi jaringan gasnya,” sebut Saleh.

Kegiatan itu juga dihadiri Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman, dan General Manager SOR I PGN Andi Sangga Prasetia. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN