TANJUNGPINANG (gokepri) — Maskapai Garuda Indonesia berencana menghentikan penerbangan dari dan ke Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang mulai 9 Februari 2026. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau khawatir langkah itu memukul konektivitas ibu kota provinsi.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan pemerintah daerah telah menemui manajemen Garuda Indonesia di Jakarta untuk membahas rencana tersebut. “Masih dipertimbangkan kembali,” kata Ansar di Tanjungpinang, Rabu 28 Januari 2026.
Ansar menyebut pemerintah menyiapkan sejumlah cara agar jumlah penumpang Garuda tetap terjaga. Salah satunya dengan memperbanyak agenda wisata di Tanjungpinang dan Bintan agar wisatawan masuk melalui Bandara RHF.
Baca Juga: Garuda Indonesia Belanja Delapan Pesawat Baru 2024
Selain itu, Pemprov Kepri berencana menyesuaikan standar biaya perjalanan dinas aparatur sipil negara agar harga tiket Garuda lebih terjangkau. Dengan skema itu, Garuda diharapkan kembali menjadi pilihan ASN saat bepergian dinas, terutama ke Jakarta.
Ansar juga mengimbau pegawai di Tanjungpinang dan Bintan tidak terus berangkat dari Batam. “Pergi dan pulang dinas lewat RHF, jangan Batam terus,” ujarnya.
Menurut Ansar, keberadaan Garuda penting bagi citra dan konektivitas daerah. Tanjungpinang berstatus ibu kota provinsi sekaligus salah satu pintu masuk wisatawan ke Kepulauan Riau. Ia khawatir penghentian penerbangan berdampak pada kunjungan wisatawan dan minat investor, terutama ke Tanjungpinang dan Bintan.
“Pemda Kepri siap mendukung agar Garuda tetap melayani penerbangan di RHF,” kata Ansar.
Manajemen Bandara RHF Tanjungpinang membenarkan rencana tersebut. General Manager Bandara RHF Mohamad Setiadi Dermawan mengatakan pihaknya sudah menerima informasi lisan dari Garuda Indonesia, meski belum ada pemberitahuan tertulis.
Penerbangan terakhir Garuda dijadwalkan pada 9 Februari 2026. Setiadi menduga pertimbangan operasional menjadi alasan utama rencana penghentian rute itu, sejalan dengan kebijakan efisiensi yang tengah dijalankan Garuda di sejumlah daerah.
Jika Garuda hengkang, penerbangan di Bandara RHF akan mengandalkan Citilink, anak usaha Garuda Indonesia. Saat ini, Garuda melayani tiga penerbangan per pekan rute Tanjungpinang–Jakarta, sedangkan Citilink empat kali. Ke depan, Citilink direncanakan terbang setiap hari. ANTARA
Baca Juga: Garuda dan Citilink Kurangi Frekuensi Penerbangan di Bandara RHF Tanjungpinang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







