Festival Jong Nusantara di Karimun Hidupkan Lagi Tradisi Melayu Pesisir

Festival jong karimun
Festival Jong Nusantara 2026 di Karimun mempertemukan ratusan perahu jong dari berbagai daerah dan negara, menandai hidupnya kembali tradisi maritim Melayu di pesisir Kepulauan Riau. Dok. Pameral

KARIMUN (gokepri) — Ratusan perahu jong memenuhi perairan Pantai Indah Desa Pangke, Kabupaten Karimun. Festival Jong Nusantara 2026 yang digelar Persatuan Pemuda Meral (PAMERAL) berhasil menghidupkan lagi permainan tradisional Melayu yang mulai jarang terlihat di pesisir.

Sebanyak 400 jong ikut bertanding dalam festival ini. Pesertanya tidak hanya datang dari Karimun dan Riau, tetapi juga dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Skala lintas negara ini menjadikan Festival Jong Nusantara sebagai salah satu ajang budaya maritim terbesar di wilayah perbatasan barat Indonesia.

Festival yang digelar bersama masyarakat Desa Pangke dan didukung Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun itu tak hanya menampilkan lomba jong. Panitia juga menyelipkan penanaman 1.000 pohon serta bazar UMKM, yang memberi ruang bagi pelaku usaha lokal memanfaatkan keramaian pengunjung.

HBRL

Sejumlah pejabat turut hadir menyaksikan lomba, termasuk Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, yang ikut berbaur dengan warga di tepi pantai.

Ketua PAMERAL, Rusdi, menyebut festival ini lahir dari kegelisahan melihat permainan jong yang kian jarang dimainkan oleh generasi muda. “Kami ingin jong tidak hanya dikenang sebagai cerita lama, tapi terus dimainkan dan dirayakan bersama,” kata Rusdi.

Dalam perlombaan, kategori Jong Besar dimenangkan Grup Pusaka Riau dari Malaysia. Sementara kategori Jong Kecil diraih Bitradex dari Pulau Moro, Karimun. Sorak penonton mengiringi jalannya lomba sejak pagi hingga sore hari.

Sekretaris Jenderal PAMERAL, Yazid, berharap Festival Jong Nusantara bisa menjadi agenda tahunan daerah. Menurutnya, tradisi tidak harus bertentangan dengan pariwisata dan ekonomi. “Budaya bisa hidup, UMKM bergerak, dan Karimun punya daya tarik khas yang tidak dimiliki daerah lain,” ujarnya.

Festival ini menunjukkan bahwa permainan tradisional bukan sekadar warisan masa lalu. Dengan kemasan yang tepat, jong bisa kembali berlayar—bukan hanya di laut, tapi juga dalam ingatan dan kehidupan generasi hari ini.

Baca Juga: Festival Jong Nusantara 2026 Digelar di Karimun, Angkat Budaya Melayu ke Panggung Internasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait