Era Digital Ekonomi Batam, Singapura Kembangkan Nongsa D-Town

Nongsa D-Town Batam
Ilustrasi Nongsa D-Town. (foto: istimewa)

Singapura mengucurkan investasi 24 miliar dolar untuk meningkatkan konektivitas digital negaranya termasuk investasi lintas negara di Nongsa Kota Batam. Mengukuhkan Batam sebagai jembatan digital Singapura dan Indonesia.

Batam (Gokepri.com) – Haluan investasi Singapura di Pulau Batam mulai bergeser. Sebelumnya pada era 1990-an Singapura dan Indonesia sama-sama meresmikan kawasan industri Batamindo Industrial Park yang selama puluhan tahun menjadi simbol Batam sebagai kota industri. Kini era berubah. Singapura menatap era digital dengan tetap mengandalkan FTZ Batam.

Adalah proyek Nongsa-D Town yang bakal menjadi simbol era digital Kota Batam seperti Batamindo di era 1990-an. Proyek ini digadang-gadang menghubungkan kekuatan digital Singapura dengan Indonesia dengan menjadikan Batam sebagai hub digital.

Laporan e27.co, sebuah perusahaan media teknologi dan start up yang berbasis di Singapura, menuliskan Nongsa D-Town adalah proyek masa depan yang akan menjembatani Batam dari kota industri menuju kota dengan teknologi tinggi.

Nongsa D-Town berangkat dari Nongsa Digital Park (NDP) yang dikembangkan Mike Wiluan, pendiri Kinema, studio animasi dan film. Mike adalah anak dari Kris Wiluan, taipan Indonesia yang mendirikan Citra Tubindo, perusahaan industri minyak dan gas di Batam. Sejak tahun lalu, NDP sudah berstatus kawasan ekonomi khusus (KEK).

NDP menjadi kawasan ekonomi yang berbisnis khusus di bidang teknologi dan digital. NDP akan menjadi bagian dari investasi Singapura selama tiga tahun ke depan lewat Nongsa D-Town. Singapura akan mengalokasikan investasi sekitar 24 miliar dolar Singapura atau setara Rp257 triliun untuk tiga tahun ke depan demi meningkatkan kekuatan digital termasuk rencana di Nongsa Digital Park dan Nongsa D-Town.

“Demi meningkatkan konektivitas digital. Ini rencana yang mencakup investasi lintas negara seperti NDP. Fase berikutnya, Nongsa D-Town,” ujar Deputi PM Singapura Heng Swee Keat saat mengumumkan Nongsa D-Town seperti dikutip dari e27.co, pekan lalu.

Proyek ini bukan barang baru. Indonesia dan Singapura mengumumkan proyek ini sejak 2018 saat kunjungan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balkrishnan bertemu di Nongsa Digital Park.

Sinar Mas Land dan Citramas Group turut bekerja sama dalam proyek ini. Sinas Mas memiliki properti resort di Nongsa, Palm Spring dan Nuvasa Bay. Sedang Citra Mas Group selain memiliki Kinema dan NDP, juga punya portofolio resort di Nongsa Point Marina dan Turi Beach.

Chief Executive Officer Citra Mas, Mike Wiluan mengatakan Nongsa D-Town adalah kawasan digital yang bisa menggerakkan ekonomi digital. Nongsa D-Town merupakan area perkantoran dengan area-area penunjang untuk tinggal.

“Batam adalah sangat strategis karena dekat dengan Singapura tapi akses ke Jakarta dan banyak perusahaan Singapura bisa pindah ke Batam,” ujar Mike saat acara Talent Pool Accelerator and Gateway to Indonesia di Singapura, 28 November 2019, seperti dikutip dari Kompas.com.

Ekosistem Digital Nongsa

Terletak hanya 40 menit dengan feri dari Singapura Harbourfront, hub digital di Nongsa akan memberikan kesempatan bagi perusahaan rintisan yang sedang naik daun dari kedua negara untuk berkolaborasi. Nongsa D-Town, didesain dari awal sebagai jembatan digital antara Indonesia dan Singapura, dilengkapi dengan ruang co-living dan co-working, kampus teknologi, dan alun-alun.

Nongsa D-Town didesain oleh perusahaan Singapura pemenang penghargaan Surbana Jurong dan dikembangkan oleh dua korporasi jumbo di Indonesia, Citramas dan Sinarmas Land.

D-Town mencakup kompleks perumahan, kampus teknologi, alun-alun kota, dan pusat komersial dan mampu menampung 8.000 talenta teknologi saat selesai. Saat ini ada sekitar 1.000 talenta teknologi di NDP yang bekerja untuk perusahaan teknologi dan startup dari Singapura dan Indonesia.

Singapura dan Indonesia adalah rumah bagi ekosistem teknologi di Asia Tenggara. Sebelas dari tiga belas unicorn start up yang beroperasi di ASEAN berkantor pusat di Indonesia, dan tujuh dari sebelas adalah startup lokal. Kedua negara telah memiliki perusahaan start up yang mendominasi pasar regional.

Kedekatan Batam dengan Singapura memudahkan pekerja bidang teknologi menyebrang antar negara. Alhasil transisi ke digital dalam setahun terakhir berjalan lancar, kolaborasi lintas batas antara tim jarak jauh telah menjadi hal biasa.

Terlepas dari kemajuan teknologi Singapura dibandingkan dengan Indonesia, Singapura menghadapi kekurangan bakat teknologi.

Nongsa D-Town akan memungkinkan talenta dari Indonesia dan Singapura untuk berkolaborasi secara langsung di area yang sama, memberikan solusi untuk kekurangan tersebut sambil semakin mempererat hubungan ekonomi antara kedua negara.

Cetak biru Nongsa D-Town Masterplan akan diluncurkan pada 2 Maret. Proyek ini akan menjadi fase baru dari pertemuan kedua kepala negara yang sepakat mengembangkan Batam sebagai digital hub kedua negara.

Nongsa D-Town memanfaatkan keberhasilan awal NDP yang sukses membuat beberapa perusahaan internasional masuk ke sana dan menikmati insentif FTZ.

Ketua Dewan Kawasan Ekonomi Khusus Nasional yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan pada 10 Juli 2020 bahwa NDP berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi, oleh karena itu direkomendasikan kepada Presiden Jokowi untuk dikukuhkan sebagai KEK.

Korporasi yang sudah masuk di NDP saat ini termasuk Glints, platform rekrutmen online yang berkantor pusat di Singapura; R / GA, sebuah konsultan inovasi dengan kantor di 11 negara; dan Webimp Group, sebuah perusahaan Singapura yang bergerak di bidang solusi teknologi untuk perusahaan.

Nongsa D-Town akan mengubah Batam menjadi jembatan digital antara Indonesia dan Singapura. Sejarah panjang Batam sebagai simbol kerja sama ekonomi Indonesia-Singapura akan meluas ke era informasi teknologi karena KEK Nongsa membuka babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara.

Peluncuran akbar Nongsa D-Town dijadwalkan pada 2 Maret 2021 melalui webinar.

Pada peluncuran tersebut, audiens dapat mendengarkan pengalaman langsung dari partner dan tenant D-Town.

Pembicaranya termasuk Marco Bardelli, Direktur Senior Nongsa Digital Park; Irawan Harahap, Kepala Pengembangan & Ekosistem Teknologi Digital di Sinar Mas Land; dan Andrew Wee, Direktur Desain di Surbana Jurong.

(Can)

|Baca Juga: 2025, KEK Ditargetkan Datangkan Investasi Rp725 Triliun dan Serap 672.173 Pekerja

BAGIKAN