Ekspor Batam ke Singapura Turun 22,2 Persen, Ke Australia Meroket 515 Persen

pelayaran langsung batam china
Seremoni pengapalan perdana ekspor Batam ke China di Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar, Minggu 31 Maret 2024. Foto: Dok. BP Batam

BATAM (gokepri) – Kinerja ekspor Batam tak begitu menggembirakan sepanjang paruh pertama 2024. Ekspor ke Singapura turun cukup signifikan. Namun di sisi lain, ekspor ke Australia dan Inggris justru meroket ratusan persen.

Ekspor Batam ke Singapura mengalami penurunan sepanjang enam bulan pertama 2024 dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski Singapura tetap menjadi tujuan utama ekspor Batam, penurunan 22,22 persen menunjukkan adanya penurunan permintaan.

Ekspor Batam juga tak menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang Januari-Juni 2024 karena hanya tumbuh 0,62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski pada Juni 2024 secara year on year tumbuh 16,07 persen.

HBRL

Kinerja ini tetap mencerminkan adanya perbaikan dalam aktivitas ekonomi, terutama pada sektor migas dan nonmigas. Ekspor yang tumbuh ini juga memberikan gambaran Batam tetap menjadi pemain penting dalam perdagangan internasional, dengan negara tujuan utama seperti Singapura dan Amerika Serikat.

Bahkan, nilai ekspor ke Australia melonjak 515,8 persen dan Inggris 199 persen. Ke China tumbuh 17,6 persen.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Kota Batam pada Juni 2024 mencapai USD1,35 miliar, naik 5,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar USD1,28 miliar.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan ekspor sektor migas dan nonmigas. Ekspor sektor nonmigas mengalami kenaikan signifikan sebesar 6,29 persen atau USD75,35 juta. Sementara itu, sektor migas juga tumbuh 1,17 persen atau sekitar USD0,97 juta.

“Ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja ekspor Batam,” kata Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto.

Dibandingkan dengan enam bulan pertama 2023, ekspor kumulatif Batam selama Januari-Juni 2024 hanya naik sebesar 0,62 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor migas yang meningkat hingga 24,02 persen atau senilai USD95,58 juta.

Ekspor nonmigas selama periode tersebut didominasi oleh Mesin/Peralatan Listrik, yang menyumbang 47,13 persen dari total ekspor nonmigas Batam, dengan nilai mencapai USD3,32 miliar. Golongan barang lainnya yang juga berperan besar adalah Barang dari Besi dan Baja serta Mesin Mekanik.

Golongan barang ekspor berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Kota Batam adalah Benda-benda dari Besi dan Baja senilai USD1,18 miliar (16,8 persen). Selanjutnya Mesin mesin/Pesawat Mekanik senilai USD663,1 juta (10,21 persen).

Kemudian Benda-benda dari Besi dan Baja senilai USD554,97 juta (9,39 persen), minyak dan Lemak Hewan/nabati senilai USD316,8 juta (4,48 persen),berbagai produk kimia senilai USD263,24 dan coklat USD 224,93 juta.

Ekspor ke Singapura

Singapura menjadi negara tujuan ekspor terbesar dari Batam dengan nilai mencapai USD354,16 juta pada Juni 2024. Meski demikian, ekspor ke Singapura tercatat turun 14,89 persen dibandingkan Juni 2023.

Penurunan ekspor ke Singapura juga terlihat berdasarkan periode semester. Total nilai ekspor Batam ke Singapura sepanjang Januari-Juni 2024 senilai Rp2,0 miilar. Turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai USD2,57 miliar atau menurun 22,22 persen.

Selain Singapura, negara tujuan utama ekspor Batam lainnya adalah Amerika Serikat, Australia, Tiongkok, dan Jepang pada periode Januari-Juni 2024.

Amerika Serikat dengan nilai ekspor USD1,86 miliar (24,74 persen), Australia dengan nilai ekspor sebesar USD 733,73 juta (9,71 persen), Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar UDD521,73 juta (6,91 persen), serta Jepang dengan nilai ekspor USD337,75 juta (4,47 persen).

Data juga menunjukkan ekspor ke Australia meroket 515,8 persen dari USD119,14 juta menjadi USD733,73 juta. Kemudian ekspor ke Inggris meroket 199 persen dari USD98,9 juta menjadi USD296 juta.

ekspor batam 2024
Kinerja ekspor Batam ke 10 besar negara tujuan. Grafis: GOKEPRI/Candra Gunawan

Baca: Batam Ekspor Ikan 2.407,5 Ton di 2024, Tujuan Utama Singapura

Pelabuhan Batu Ampar tetap menjadi pintu keluar utama ekspor Batam, meski mengalami penurunan 8,68 persen dibandingkan Mei 2024. Total ekspor kumulatif melalui pelabuhan ini mencapai USD4,41 miliar selama Januari-Juni 2024. Lalu disusul Pelabuhan Kabil/Panau USD1,47 miliar.

Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid, menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif di Batam untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Investasi dan ekspor adalah pilar utama pertumbuhan ekonomi Batam. Jika keduanya tumbuh baik, ekonomi Batam juga akan berkembang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

Pos terkait