Batam (gokepri) – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus meningkatkan kinerja Pelabuhan Batu Ampar dengan menambah empat unit crane. Hal ini dilakukan untuk mempersingkat waktu bongkar muat peti kemas (berthing time) dan meningkatkan kapasitas pelabuhan.
BP Batam telah mendatangkan satu unit Ship to Shore (STS) crane senilai Rp120 miliar pada 2023. Kini, empat unit crane baru dengan tipe yang sama tengah dirakit di China dan ditargetkan beroperasi pada 2025.
Baca Juga:
- Container Yard Dibangun, Kapasitas Batuampar Naik Jadi 900 Ribu TEUs
- Agar Batuampar Sejajar dengan Pelabuhan Terkemuka
- JASA PELABUHAN: Batuampar Kunci Daya Saing Ekonomi Batam
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan penambahan crane ini sejalan dengan pengembangan Container Yard (CY) yang meningkat dari dua menjadi 10 hektare.
“CY dikembangkan agar kegiatan bongkar muat bisa terus meningkat. Targetnya bisa dikembangkan terus hingga jutaan TEUs bisa terkejar. Jadi tinggal Persero cari pelanggan agar Pelabuhan Batu Ampar bisa jadi hub logistik,” ujar Rudi, Senin (20/5/2024).
Saat ini, berthing time di Pelabuhan Batu Ampar telah dipersingkat menjadi hanya 27-30 jam. Dengan penambahan crane diharapkan berthing time dapat semakin diperpendek dan meningkatkan efisiensi pelabuhan.
Direktur Utama Persero Batam, Arham S Thoriq, menambahkan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar dilakukan secara bertahap dalam tiga fase. Tahap pertama, yang dimulai dari tahun 2023 hingga 2028, fokus pada pembangunan infrastruktur dan suprastruktur.
“Pada tahap kedua, dengan total investasi Rp1,2 triliun, yang akan dimulai Juli 2025, fokusnya adalah meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi 770.000 TEUs dan menambah panjang dermaga hingga satu kilometer,” jelas Thoriq.
Investasi pada tahap kedua ini akan digunakan untuk membangun CY seluas 12 hektare, serta meningkatkan fokus pada perdagangan antar negara.
Sedangkan pada tahap ketiga, yang dimulai Juli 2028, fokusnya adalah ke arah transhipment. Reklamasi seluas 20 hektare akan dilakukan untuk menambah kapasitas menjadi 1,6 juta TEUs. Selain itu, Persero akan menambah luas CY hingga 20 hektare dan panjang dermaga 650 meter. Total investasi untuk tahap ketiga ini sebesar Rp2,6 triliun.
Dengan pengembangan ini, diharapkan Pelabuhan Batu Ampar dapat menjadi hub logistik yang semakin modern dan efisien, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kepulauan Riau.
Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News









