Tanjungpinang (Gokepri.com) – Kinerja ekspor Kepri terus membaik meski dilanda pandemi. Trennya terus meningkat dalam empat bulan terakhir didorong ekspor migas dan manufaktur.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan ekspor Kepulauan Riau pada Agustus 2020 dibanding Juli 2020 sebesar 0,63 persen yaitu dari USD1,010 miliar menjadi USD1.016 miliar juta dolar, dipicu meningkatnya ekspor migas yang mencapai 5,19 persen.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Provinsi Kepri juga mengalami kenaikan sebesar 1,15 persen, yaitu dari USD1,004 miliar menjadi USD1,016 miliar.
“Kenaikan nilai ekspor Agustus 2020 dibanding Agustus 2019 juga didominasi oleh naiknya ekspor migas yang mencapai sekitar 12,24 persen,” ungkap Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo, Selasa (16/9/2020).
Kenaikan ekspor pada Agustus ini melanjutkan tren positif dalam empat bulan terakhir atau selama masa pandemi. Ekspor Kepri mengalami penurunan pada April namun terus menanjak setelah itu.
Ekspor Kepri pada April turun 10,56% setelah pada Maret juga turun 8,72% akibat pandemi. Mulai Mei hingga Juni, atau selama empat bulan kinerjanya terus menanjak dengan mencatatkan kenaikan.
Meski menunjukkan tren positif, namun dibanding kinerja tahun ini belum sebaik kinerja tahun 2019 terutama sektor migas.
Total ekspor kumulatif Januari-Agustus 2020 Provinsi Kepri adalah sebesar USD7,722 miliar . Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 8,60 persen yaitu dari Rp8,449 juta dolar menjadi USD7,722 miliar.
“Turunnya nilai ekspor Januari-Agustus 2020 didominasi oleh turunnya ekspor kumulatif sektor migas sebesar 42,68 persen,” jelas Agus.
Jika ekspor migas selama Agustus 2020 mengalami kenaikan, ekspor nonmigas Agustus 2020 justru sebaliknya, yaitu mengalami penurunan sebesar 0,42 persen dibanding Juli 2020.
Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar selama Januari-Agustus 2020 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) mencapai USD2,428 miliar dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 38,86 persen.
Selama Januari-Agustus 2020, Singapura menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar hingga mencapai USD2,008 miliar dolar dengan peranannya sekitar 32,14 persen.
“Di samping itu juga menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar yang mencapai USD1,225 miliar dolar dengan peranannya sebesar 83,16 persen,” paparnya.
Nilai ekspor Provinsi Kepri Januari-Agustus 2020 terbesar adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar USD3,564 miliar, diikuti Pelabuhan Sekupang USD1,137 miliar , Pelabuhan Kabil/Panau USD854,69 juta, Pelabuhan Tarempa USD712,35 juta, dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun USD623,18 juta.
“Peranan kelima pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari-Agustus 2020 mencapai 89,24 persen,” tuturnya. (can)
Editor: Candra
Baca Juga:








