Dunia Usaha Rugi akibat Mati Listrik, Apindo Usulkan Kompensasi untuk Pelanggan

Realisasi investasi PMA di Batam
Kawasan industri di Batam. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi Semester I tahun 2022 untuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam sebesar 82,86 persen atau sebanyak Rp5,116 triliun. Foto: Dok BP. Batam

BATAM (gokepri.com) – Dunia usaha di Batam dan Bintan mengalami potensi kerugian akibat padamnya listrik secara massal pada 1 dan 2 Januari 2023. Asosiasi pengusaha berharap ada ganti rugi yang sepadan.

Kejadian mati listrik tersebut berdampak luas bagi semua lapisan masyarakat. Jaringan data, telepon, yang dilayani perusahaan seluler kacau hari itu. Rumah-rumah mati listrik, gerai-gerai usaha terganggu.

Pemulihan mati listrik ini pun masih berlanjut lebih dari seharian. PT PLN Batam pada Senin pagi 2 Januari 2023 mengumumkan jadwal pengurangan daya yang berdampak pada pemadaman aliran listrik sementara sejak pukul 08.00. Dalam pengumumannya, banyak industri dan hotel di Batam yang mendapat jatah pemadamanan.

Baca Juga: Warga Batam-Bintan Kembali Alami Pemadaman, Diimbau Hemat Listrik

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafky Rasyid menyayangkan kejadian mati listrik tersebut. Ia mengungkapkan padam listrik di awal tahun baru menjadi pertanda yang kurang baik bagi Kepulauan Riau. Sebab, sektor industri dan pariwisata yang digadang-gadang akan bangkit di tahun 2023 terancam gigit jari.

“Saat ini cukup banyak wisatawan dari luar daerah dan luar negeri yang berwisata dalam rangka tahun baru, ke Batam. Pemadaman listrik yang relatif lama ini tentu memberikan citra yang tidak baik bagi Batam. Bright PLN Batam harus memberikan penjelasan yang bisa dipahami masyarakat terkait pemadaman ini,” kata dia saat dihubungi Senin 2 Januari 2023.

Ia mengatakan padamnya listrik juga diikuti terputusnya internet dan terganggunya aliran air bersih ke rumah-rumah dan industri. Menurut dia, pemadaman yang panjang semakin lama mengganggu aktivitas usaha.

“Akibatnya bisa menjadi preseden buruk bagi investor di Kepri. Cukup banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang terganggu akibat pemadaman listrik kemarin. Masyarakat juga mengeluhkan terganggunya aktivitas di rumah selama liburan tahun baru,” kata dia.

Atas kejadian itu, pihaknya meminta agar PLN Batam memberikan kompensasi atas ketidaknyamanan masyarakat itu dengan insentif. “Misalnya dengan mendiskon tagihan pelanggan bulan depan,” kata dia.

Yang menjadi catatan adalah jangan sampai ada pemadaman dalam sekali luas dan waktu yang lama. Ia berharap PLN Batam sudah memiliki rencana cadangan ketika terjadi gangguan sistem kelistrikan.

“Dengan menyiapkan sistem backup kelistrikan misalnya. Jadi pemadaman hanya dilakukan di area tertentu yang mengalami gangguan saja. Tidak seperti kemarin yang hampir seluruh area Batam dan Bintan mengalami pemadaman listrik. Waktu pemadaman yang lama juga menunjukkan indikasi kalau penyebab gangguan sulit dicari. Selaku pelanggan, harapan kita PLN Batam memasang sistem yang canggih yang bisa mendeteksi gangguan dalam waktu yang relatif singkat. Jadi gangguan bisa cepat diketahui dan diatasi,” kata dia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Jadi Rajagukguk mengatakan PLN harus bertanggungjawab dengan masalah yang terjadi. Apalagi, libur akhir tahun sudah berakhir. “Kami berharap dalam waktu dekat ini bisa teratasi,” kata dia.

Ia yakin, dengan alat-alat PLN, permasalahan mati listrik bisa di atasi dengan segera. “Saya kira ini di luar rencana PLN, semua merugi dari PLN sektor lain juga. Cuma mau bagaimana lagi,” kata dia.

Baca Juga: PLN Batam Dukung Pertumbuhan Ekonomi Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN