Dunia Pascaperang Nuklir ala Serial Fallout

serial fallout
Lucy Maclean satu dari tiga pemeran utama serial Fallout yang diperankan Ella Purnell. Foto: Prime Video

Batam (gokepri) – Penggemar fiksi ilmiah pascakiamat bersiaplah. Serial terbaru “Fallout” yang tayang di Amazon Prime Video sejak 12 April 2024, siap mengajak penonton berpetualang di gurun radioaktif bekas Los Angeles.

Disutradarai kreator serial Westworld yang terkenal, Jonathan Nolan dan Lisa Joy, “Fallout” diadaptasi dari waralaba gim video populer dengan judul sama. Serial ini berlatar 200 tahun setelah perang nuklir yang meluluhlantakkan peradaban.

Kisahnya mengikuti sekelompok manusia yang berusaha bertahan hidup. Ada Lucy (Ella Purnell), perempuan muda ceria dari komunitas bawah tanah yang naif. Ketika tempat tinggalnya yakni Vault 33 diserbu dan ayahnya diculik, Lucy nekat pergi ke permukaan untuk menyelamatkannya. Di sanalah petualangan liar yang sesungguhnya dimulai pada tahun 2296.

Baca Juga: Simak Empat Fakta Menarik Serial Wednesday

Drama Pascakiamat Perang Nuklir

serial fallout
Ella Purnell. Foto: Prime Video

Dibandingkan serial sejenis seperti “The Last of Us”, “Fallout” menawarkan kisah yang lebih unik. Serial ini memadukan unsur Western atau dunia barat klasik dengan fiksi ilmiah futuristik.

Di dalam komunitas bawah tanah atau Vault, nuansa era 1950-an masih terasa kental. Teknologi yang digunakan pun bergaya “retro-futuristis”, seperti yang kita lihat dalam kartun “The Jetsons”. Sementara itu, permukaan gurun digambarkan mirip wilayah Wild West di film-film koboi, lengkap dengan bola gulingan rumput kering, pedagang bertampang masam, dan bahaya yang mengintai di setiap sudut.

Tak hanya itu, Anda juga akan menjumpai para “knight” dan “squire” yang berpakaian ala Iron Man, serta makhluk mutan mengerikan yang sesekali muncul. Perpaduan genre yang tak biasa ini memang terkesan aneh, namun “Fallout” berhasil menyatukan semua elemen tersebut menjadi sebuah tontonan yang menarik.

Perburuan Artefak era Sebelum Perang

serial fallout
Cooper Howard yang diperankan Walton Goggins. Foto: Prime Video

Dalam perjalanan, Lucy bertemu dengan Ghoul bernama Cooper Howard (Walton Goggins), pemburu bayaran yang merupakan manusia bermutasi akibat radiasi. Ia juga bertemu Maximus (Aaron Moten), tentara muda dari faksi militeristik The Brotherhood of Steel yang ingin menciptakan ketertiban di gurun. Ketiganya kemudian terlibat dalam perburuan artefak misterius yang diyakini dapat mengubah keseimbangan kekuatan di dunia ini.

Humor Gelap dan Kekerasan ala Gim Video

fallout series
Knight Titus dengan armor T-60 dan Maximus (Aaron Moten). Foto: Prime Video

Serial “Fallout” menghadirkan perpaduan aksi menegangkan, humor kelam, dan unsur “body horror” yang mengingatkan kita pada gim aslinya. Namun, serial ini tidak memiliki kedalaman filosofis seperti “Westworld” atau ketegangan emosional seperti “The Last of Us”.

Meski demikian, “Fallout” justru unggul dalam penggambaran para penghuni “vault” yang kaya dan terlena dengan harapan naif untuk bisa mendamaikan para perampok kejam. Komentar sosial ini disampaikan dengan tepat melalui humor satir, yang terbilang berani di tengah tren “woke” yang mendominasi Hollywood saat ini.

Jadi, tunggu apalagi? Jika Anda penggemar fiksi ilmiah pasca-kiamat yang ringan dan menghibur, “Fallout” wajib masuk dalam daftar tontonan Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

BAGIKAN