Duduk Perkara Iuran Perpisahan SDN 006 Sekupang, Ini Penjelasan Panitia

SDN 006 Sekupang
Suasana di SD Negeri 006 Sekupang, Batam. Panitia acara perpisahan memastikan pihak sekolah tidak terlibat dalam pengelolaan dana kegiatan guna menjaga netralitas dan menghindari praktik pungutan liar. Dok. Pribadi

BATAM (gokepri) – Video di TikTok yang menuding adanya praktik pungutan liar (pungli) di SD Negeri 006 Sekupang, Batam, berbuntut panjang. Panitia acara perpisahan siswa kelas VI pun angkat bicara untuk meluruskan duduk perkara yang telanjur gaduh di media sosial tersebut.

Penanggung jawab acara, Ahmad Cahyadi, menegaskan agenda silaturahmi tersebut bukanlah instruksi sekolah. Alih-alih titipan guru, acara ini ditegaskan murni inisiatif wali murid yang berembuk bersama Komite Sekolah. “Pihak sekolah sama sekali tidak terlibat. Ini murni kemauan wali murid yang bersepakat,” ujar Ahmad, Jumat 6 Februari 2026.

Kepanitiaan ini pun dibentuk secara mandiri oleh para orang tua untuk memastikan transparansi. Selain Ahmad Cahyadi sebagai penanggung jawab, struktur inti kepanitiaan yakni Delni Afri Yusnita sebagai Ketua dan Selvia Wandayani selaku Sekretaris. Sementara Bendahara adalah Erna Susila dan Ummi Kalsum.

HBRL

Ganjalan utama yang memicu video viral itu disinyalir adalah soal besaran iuran: Rp450 ribu per siswa. Namun, Ahmad merinci angka itu bukan tanpa dasar. Dana tersebut dialokasikan untuk sewa tempat, seragam kaos, hingga keperluan teknis siswa.

SDN 006 Sekupang
Suasana di SD Negeri 006 Sekupang, Batam. Panitia acara perpisahan memastikan pihak sekolah tidak terlibat dalam pengelolaan dana kegiatan guna menjaga netralitas dan menghindari praktik pungutan liar. Dok. Pribadi

Baca Juga: Wali Murid Keluhkan Iuran Komite SMAN 26 Batam, Kadisdik Tegaskan Tak Boleh Ada Paksaan

Lalu, panitia menerapkan prinsip subsidi silang. Dari 132 siswa kelas VI, sebanyak 122 orang tua sudah membubuhkan tanda tangan setuju. Sementara itu, 10 siswa dari keluarga tidak mampu dibebaskan dari biaya. “Semuanya kami bantu. Tidak ada satu pun anak yang kami tinggalkan karena ini acara kebersamaan,” kata Ahmad.

Bagaimana dengan kabar cenderamata untuk guru? Ahmad tak menampik rencana itu sempat muncul sebagai wacana. Namun, niat itu langsung dibatalkan sebelum terlaksana.

Pihak sekolah, menurut Ahmad, dengan tegas menolak pemberian cenderamata apa pun karena tak ingin membebani wali murid. Ahmad, yang juga salah satu orang tua siswa di sana, menyayangkan video yang beredar tanpa klarifikasi kepadanya maupun komite. Baginya, narasi dalam video tersebut terasa sepihak. Ia pun pasang badan karena posisinya dalam kepanitiaan adalah sebagai perwakilan wali murid dan penanggungjawab kegiatan, bukan sebagai perangkat sekolah.

SDN 006 Sekupang
Suasana di SD Negeri 006 Sekupang, Batam. Panitia acara perpisahan memastikan pihak sekolah tidak terlibat dalam pengelolaan dana kegiatan guna menjaga netralitas dan menghindari praktik pungutan liar. Dok. Pribadi

Kini, ia hanya berharap publik bisa melihat persoalan ini secara utuh. Panitia menyatakan pintu mereka terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin bertanya langsung ketimbang memanaskan suasana di jagat maya. Ahmad pun menambahkan pihaknya dibantu juga oleh Lembaga Bantuan Hukum Prabu Center. “Yang jelas, tidak ada pungli dan tidak ada diskriminasi dalam kegiatan ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Kedapatan Perpisahan Siswa di Hotel, Kepsek SMPN 28 Batam Dinonaktifkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait