Dua Ton Ikan Nelayan Rempang Masuk Pasar Batam Tiap Bulan

Koperasi rempang
Para nelayan sedang mengumpulkan ikan hasil tangkap untuk di pindahkan ke Koperasi Transmigrasi di Batam, Kepri. (ANTARA/HO-Koptrans Barelang)

BATAM (gokepri) – Nelayan kawasan transmigrasi Rempang kini memasok sekitar dua ton ikan per bulan ke pusat Kota Batam melalui koperasi. Tim Ekspedisi Patriot UI menilai volume itu masih dapat ditingkatkan dua hingga tiga kali lipat dengan penguatan sarana penangkapan dan pengelolaan usaha.

Ikan tersebut berasal dari perairan sekitar Rempang dan masuk ke pasar Kota Batam melalui Koperasi Produsen Transmigran Merah Putih Barelang. Aktivitas itu menunjukkan usaha perikanan masyarakat setempat sudah memiliki jalur dari penangkapan hingga pemasaran.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UI Kawasan Transmigrasi Barelang Vishnu Juwono mengatakan koperasi saat ini memasarkan sekitar dua ton ikan setiap bulan ke pusat kota. Menurut dia, volume tersebut masih dapat bertambah jika kapasitas penangkapan dan pengelolaan usaha nelayan diperkuat.

Baca Juga: Warga Rempang Disiapkan Isi Posisi Profesional Industri lewat Beasiswa

“Dua ton ikan sudah dijual ke pusat kota setiap bulan,” kata Vishnu di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, Minggu (11/10/2026).

Perikanan menjadi sektor yang dinilai paling memungkinkan untuk dikembangkan dalam jangka pendek. Masyarakat sudah memiliki pengalaman melaut, sarana penangkapan tersedia, dan hasil tangkapan mempunyai akses ke pasar Batam.

“Dalam jangka pendek tentu saja perikanan,” ujar Vishnu.

Pemerintah juga telah menyalurkan 16 kapal nelayan kepada masyarakat setempat melalui Kementerian Transmigrasi. Kapal-kapal tersebut menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kapasitas penangkapan ikan sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi warga.

Koperasi Produsen Transmigran Merah Putih Barelang mulai menampung hasil tangkapan nelayan pada 6 Mei 2026. Hasil tangkapan kemudian dipasarkan ke Batam dan kawasan Galang.

Saat itu, koperasi mencatat 16 kapal bantuan Kementerian Transmigrasi tahun anggaran 2025 sudah digunakan nelayan melalui mekanisme kerja sama bagi hasil. Skema tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan kapal bantuan untuk kegiatan penangkapan sekaligus memperoleh pendapatan dari hasil usaha.

Ads bp batam 2026 baru

Penguatan usaha nelayan tidak hanya melalui penyediaan kapal. Masyarakat juga mendapat pelatihan pengoperasian kapal, teknik penangkapan ikan, pengolahan hasil perikanan, hingga pemasaran.

Vishnu menilai sarana yang tersedia belum sepenuhnya mencapai kapasitas yang mungkin dicapai. Penguatan keterampilan dan pengelolaan usaha menjadi bagian penting agar hasil penangkapan memberi manfaat ekonomi lebih besar.

“Ini sudah dimanfaatkan, tetapi masih bisa ditingkatkan lagi,” tuturnya.

Menurut Vishnu, peningkatan kapasitas penangkapan berpeluang memperbesar volume ikan yang masuk ke pasar. Ia memperkirakan pemasaran ikan yang saat ini sekitar dua ton per bulan berpotensi meningkat dua hingga tiga kali lipat.

“Mungkin bisa dua atau tiga kali lipat lagi,” kata dia.

Peningkatan itu membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Selain keterampilan menangkap ikan, nelayan perlu memperkuat kemampuan mengelola usaha agar kegiatan perikanan dapat berkembang menjadi sumber pendapatan yang lebih mandiri.

Penguatan usaha perikanan juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat di kawasan transmigrasi Barelang. Dengan usaha yang berjalan, warga diharapkan memiliki sumber pendapatan dari kegiatan ekonomi yang mereka kelola sendiri. ANTARA

Baca Juga: Rempang Eco-City Satu-satunya PSN di Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait