DPRD Batam Sosialisasikan Perda Penempatan Tenaga Kerja

Ketua Bapemperda DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa menyosialisasikan Perda Nomor 2 tentang Penempatan Kerja kepada LPTKS dan SMK di Batam, Rabu (12/6/2024). Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam menggelar sosialisasi Perda Nomor 2 tentang penempatan tenaga kerja kepada Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Rabu, 12 Juni 2024.

Ketua Bapemperda DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa mengatakan Perda ini sudah diterbitkan dan harus disosialisasikan kepada stakeholder terkait.

“Perda ini sudah ada, tidak boleh Perda ini hanya disahkan tapi tidak punya gigi untuk mengatur. Perda ini harus disosialisasikan, maka saya pertemukan antara LPTKS dengan SMK, karena ini adalah stakeholder yang diatur dalam Perda itu,” kata Mustofa.

Baca Juga: Perda Penempatan Tenaga Kerja, Mustofa: Prioritas Pencari Kerja Lokal

Menurut Mustofa, Perda penempatan tenaga kerja ini bisa menjadi solusi mengatasi pengangguran yang ada di Kota Batam. Apalagi menurutnya, tingkat pengangguran terbuka di Batam berada pada urutan ke 3 terbesar di Indonesia. Ditambah Batam juga menjadi kota tempat orang mencari kerja.

“Harapannya, Perda ini tidak mandul. Perda ini bisa menjadi regulasi dan perhatian pengusaha-pengusaha untuk memberikan pekerjaan kepada masyarakat tempatan dan berdomisili di Batam,” jelasnya.

Dengan sosialisasi ini, pihaknya juga berharap LPTKS dan SMK bisa berkolaborasi dan bekerja sama menempatkan calon pekerja untuk bisa bekerja di Batam.

“Betul-betul memprioritaskan masyarakat Batam atau yang berdomisili di Batam untuk mendapatkan pekerjaan lebih dulu,” ujarnya.

Dari sosialisasi tersebut, pihaknya juga mendapatkan masukan dari LPTKS agar Dinas Pendidikan bisa memperbarui kurikulum di SMK sehingga sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kurikulum hari ini di SMK tidak sesuai dunia industri. Contoh TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan), komputer tidak terlalu lagi dibutuhkan. Mereka sekarang lebih butuh seperti molding. Hari ini molding itu enggak ada, kenapa SMK tidak mengambil salah satu kurikulumnya, seperti itu,” katanya.

Masukan lainnya agar SMK di Batam ada perbaikan dalam hal tes matematika. Etos kerja dan disiplin juga jadi masukan LPTKS.

“Supaya di sekolah itu ada satu pendidikan untuk etos kerja dan disiplin,” kata Mustofa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

BAGIKAN