DPRD Batam Soroti Perusahaan Asing Eksploitasi Perusahaan Lokal

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho. Foto: gokepri/Engesti

Batam (goKepri.com) – DPRD Kota Batam menyoroti perusahaan asing yang mengeksploitasi perusahaan lokal di Batam. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi IV (DPRD) Kota Batam, Udin P Sihaloho saat dirinya mendapat keluhan dari persatuan pengusaha alat berat lokal.

Udin mengatakan perusahan asing yang ada di Batam melakukan monopoli penyewaan alat berat kepada peurusahaan lokal.

“Saya menyoroti tentang perusahaan asing TH yang beroperasi di Batuampar. Perusahaan ini murni PMA. Namun informasinya alat berat yang ada di perusahaan tersebut tidak dipakai sendiri,” kata Udin, Selasa 6 Juni 2023.

HBRL

Baca Juga: 10 Perusahaan Paling Diincar di Job Fair Batam, Jumlah Pelamar Mengejutkan

Perusahaan asing tersebut justru menyewakan alat berat kepada perusahaan yang ada di Batam tanpa menggandeng perusahaan lokal.

“Ini yang tidak boleh seharusnya,” kata Udin.

Menurut Udin, perusahaan TH ini melakukan monopoli penyewaan alat berat ke perusahaan besar, seperti perusahaan di kawasan Kabil, dan lainnya. Sehingga, perusahaan lokal hanya bisa menonton monopoli yang dilakukan perusahaan asing ini.

“Aturannya tidak boleh perusahaan asing langsung menyewakan seperti itu. Mereka harus menggandeng perusahaan lokal. Nah, itu yang tidak berjalan,” kata dia.

Ia menjelaskan, jika alat berat tersebut didatangkan dari luar dan dipakai untuk perusahaan itu sendiri tidak jadi masalah. Namun jika disewakan kepada pengusaha di Batam itu yang menjadi masalah.

Pihaknya juga meminta BP Batam tegas terkait perizinan alat berat yang masuk ke Kota Batam.

“Mereka datangkan alat dari Singapura, dan dibawa ke perusahaan tujuan. Kami tidak menghambat perkembangan perusahaan asing. Tapi jangan mengabaikan keterlibatan perusahaan lokal,” kata Udin.

Dalam aduannya, pengusaha lokal meminta untuk dilibatkan dalam proyek perusahaan asing untuk bekerja sama. Apabila pengusaha lokal dilibatkan maka akan menambah pajak sewa menyewa alat berat. Pajak tersebut bernilai cukup besar dan masuk untuk negara Indonesia.

“Kalau tidak ada proyek, alat berat mereka ini akan menganggur. Sedangkan biaya perawatan dan pemeliharaan terus berjalan. Jadi saya mohon kepada BP Batam untuk melihat hal ini juga. Kasihan pengusaha lokal kita ini. Kita mendukung PMA namun jangan abaikan yang lokal,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait