BATAM (gokepri.com) – Sebanyak 1.780 pencari kerja di Batam antusias mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing para pencari kerja di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Dalam pelatihan kerja kali ini Disnaker Batam membuka 48 jenis pelatihan bagi pencari kerja dan 30 jenis pelatihan peningkatan produktivitas kepada 619 tenaga kerja.
Kabid Pembinaan Pelatihan dan Peningkatan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Moh Zaini mengatakan, usai dibuka oleh Walikota Batam beberapa waktu lalu, pelatihan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja masih berlangsung.
Baca Juga: Disnaker Batam dan Kalala Institute Gelar UKW Bersama PWI Kepri
“Total ada 1.780 pencari kerja dan pekerja yang melaksanakan pelatihan ini. Data terbaru kami, untuk peningkatan skill sudah 27 pelatihan selesai. Sisa tiga pelatihan lagi. sedangkan untuk pelatihan tenaga kerja itu sudah selesai 31 pelatihan, berjalan 5 pelatihan dan siswa 12 pelatihan lagi,” ujarnya, kemarin.
Ia menyebutkan, pelatihan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja ini diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Batam. Puluhan LPK swasta yang ditunjuk pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan bagi pencari kerja dan peningkatan produktivitas bagi para pekerja di Batam
“Sudah banyak juga yang selesai (pelatihan) dan ini kita pantau terus sampai mereka mendapatkan pekerjaan khusus bagi para pencari kerja (pencaker), ” tambah Moh Zaini.
“Lama pelatihan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja ini bervariasi. Mulai dari 10 hari hingga 20 hari, ” bebernya.
Ia berharap peserta serius menjalani pelatihan tersebut. Tujuannya agar mereka bisa dengan mudah mendapat pekerjaan usai pelatihan. “Yang jelas orientasi pelatihan ini agar mereka mendapatkan skill dan kompetensi yang bagus yang disertai dengan sertifikat nasional untuk melamar kerja, ” tuturnya.
Zaini juga berpesan agar peserta tidak hanya selesai sampai pelatihan. Tetapi juga berupaya untuk aktif mencari pekerjaan setelahnya. Sebab, pekerjaan tidak datang dengan sendirinya. Tujuan pelatihan, kata dia, memang tidak hanya memberikan skill bagi peserta. Tapi juga mengurangi angka pengangguran.
“Artinya, pelatihan ini bukan hanya output tetapi juga outcome. Kita tidak ingin hanya memberikan skill tetapi peserta harus mendapatkan pekerjaan dari skill yang diberikan ini,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









