Dishub Karimun Putuskan Titik Jemput Taksi Online di Antara Tugu Keris dan Gedung PKK

Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Tohap Siahaan bersama Ketua Perkumpulan Taksi Pelabuhan Taman Bunga, Jefri dan anggotanya didampingi Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri bersama Satlantas Polres Karimun meninjau lokasi titik penjemputan taksi online yang berada di samping rumah dinas Bupati Karimun. (Ilfitra/gokepri.com)

KARIMUN (gokepri.com) – Benang kusut persoalan taksi pelabuhan Karimun dengan taksi online sudah mulai terurai. Dinas Perhubungan Karimun akhirnya memutuskan titik yang menjadi lokasi penjemputan penumpang bagi taksi online di kawasan pelabuhan Taman Bunga.

Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Tohap Siahaan memutuskan titik penjemputan taksi online yakni antara BBC dengan Tugu Keris atau tepatnya di samping Gedung PKK atau di samping rumah dinas Bupati Karimun.

“Berdasarkan arahan Dewan Pembina (Taksi Pelabuhan) diputuskan titik jemput taksi online yakni antara BBC dengan Tugu Keris yaitu di samping Gedung PKK,” ujar Tohap sambil mengetuk meja tiga kali.

HBRL

Dewan Pembina Taksi Pelabuhan yang dimaksud Tohap adalah Rocky Marciano Bawole yang juga merupakan Wakil Bupati Karimun. Sesaat sebelum mengeluarkan putusan, Rocky sempat menghubungi Kepala Dinas Perhubungan tersebut untuk memutuskan terkait persoalan titik jemput taksi online.

Keputusan yang dibacakan Kepala Dinas Perhubungan Karimun tersebut setelah digelarnya rapat antara pengurus Perkumpulan Taksi Pelabuhan Taman Bunga dengan taksi online di Ruang Pertemuan Gedung Gunung Papan Komplek Perkantoran Bupati Karimun.

Rapat dipimpin Kadis Perhubungan Tohap yang didampingi Kapolsek Balai Karimun AKP Andri Yusri. Dari pihak Perkumpulan Taksi Pelabuhan Taman Bunga dihadiri ketuanya, Jefri bersama sekretaris Satria Santoso. Mereka didampingi Trio Wiramon SH MSi selaku kuasa hukum.

Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Tohap Siahaan memimpin rapat pembahasan titik jemput taksi online. (Ilfitra/gokepri.com)

Sementara, dari pihak taksi online diwakilkan Fadli dari Grab serta beberapa orang perwakilan operator taksi online lainnya, termasuk perwakilan sopir oplet, Yoserizal.

Setelah membacakan putusan pertama, Tohap kemudian melanjutkan poin-poin berikutnya yakni areal yang menjadi titik penjemputan saat ini digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan umum. Untuk itu, perlu dilakukan survei dan meninjau langsung titik pastinya.

“Nanti setelah rapat ini, kita secara bersama-sama dengan Pak Kapolsek Balai Karimun dan Kasat Lantas untuk melihat secara langsung, berapa meter lokasi yang harus kita sterilkan,” ungkapnya.

Kata Tohap, poin yang ketiga adalah lokasi tersebut hanya diperuntukkan untuk menjemput tidak digunakan sebagai tempat mangkal atau parkir karena taksi online bersifat mobile.

“Poin keempat adalah kami meminta kepada seluruh pihak terutama angkutan sewa khusus (taksi online) untuk menaati titik penjemputan yang kita sepakati pada rapat kali ini,” tegasnya.

Poin terakhir, Tohap meminta kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban, kondusifitas dan kelancaran arus lalulintas di kawasan tersebut.

Tohap mengatakan, kesepakatan nantinya akan ditulis dalam bentuk Keputusan Bersama yang akan ditandatangani oleh seluruh pihak, baik itu taksi pelabuhan maupun taksi online dan juga sopir oplet yang menghadiri rapat tersebut.

Ketua Perkumpulan Taksi Pelabuhan Taman Bunga, Jefri mengatakan, seluruh pihak harus menaati keputusan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perhubungan tersebut. Sebab, keputusan itu juga berdasarkan arahan dari Pembina Taksi Pelabuhan dalam hal ini Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole.

“Keputusan ini sudah final. Tidak akan ada lagi rapat-rapat berikutnya. Untuk itu, marilah kita meminta kepada seluruh pihak untuk menaati keputusan bersama ini. Tujuannya baik, untuk menghindari gesekan dari semua pihak di lapangan,” katanya.

Usai pertemuan tersebut, Kadis Perhubungan bersama Kapolsek Balai Karimun dan jajaran Perkumpulan Taksi Pelabuhan Taman Bunga turun ke lokasi yang disepakati menjadi titik penjemputan taksi online di samping Gedung PKK Karimun.

Namun sayangnya, perwakilan taksi online yang awalnya menghadiri rapat bersama dengan Dinas Perhubungan Karimun tersebut tidak muncul di lokasi penjemputan.

Di lokasi penjemputan itu, Kadis Perhubungan Tohap tetap menegaskan kalau keputusan bersama yang telah dibacakannya merupakan keputusan final karena berdasarkan kesepakatan bersama.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait