Direct Call Batam-China Dinilai Strategis Dongkrak Investasi

Direct call batam china
Peluncuran layanan pelayaran langsung Batam-China oleh Evergreen Line di Pelabuhan Batu Ampar, Selasa (29/4/2025), diharapkan dapat memangkas biaya logistik secara signifikan. Foto: Persero Batam

BATAM (gokepri) — Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPC ALFI) Batam menyambut positif peluncuran pelayaran langsung atau direct call dari Batam menuju China.

Ketua DPC ALFI Batam, Yasser Hadeka Daniel, menyatakan jalur pelayaran langsung ini merupakan langkah strategis yang akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi logistik serta meningkatkan daya tarik Batam sebagai lokasi investasi.

“Pelayaran langsung Batam-China ini tentu sangat kami dukung. Ini akan memangkas biaya operasional dan logistik, sehingga menjadikan Batam lebih kompetitif di mata investor,” ujar Yasser.

HBRL

Meski demikian, ALFI Batam juga mendorong agar keberadaan direct call ini tidak hanya menjadi tujuan akhir. Mereka berharap ini menjadi momentum untuk mengembangkan Batam sebagai hub logistik atau pelabuhan transhipment utama di Indonesia.

“Kita jangan hanya fokus pada direct call saja, tapi juga harus mengoptimalkan posisi Batam sebagai transit. Misalnya, kapal dari Jakarta ke China sebaiknya tidak perlu lagi lewat Singapura, tapi bisa transit di Batam, lalu diteruskan ke berbagai negara seperti Cina, Vietnam, India, hingga Timur Tengah,” jelasnya.

ALFI juga menyambut baik rencana penambahan Ship to Ship (STS) crane di Pelabuhan Batu Ampar yang saat ini masih terbatas.

Menurut informasi yang diterima ALFI Batam, STS crane tambahan sedang dalam perjalanan menuju Batam dan diperkirakan mulai beroperasi di Dermaga Utara Batu Ampar pada Agustus mendatang.

“Dengan bertambahnya fasilitas pelabuhan seperti STS crane, maka kapasitas Batam untuk menangani arus logistik internasional akan semakin kuat,” pungkas Yasser.

Direct Call Batam-China

Diberitakan, Pelabuhan Batu Ampar Batam kini memiliki jalur logistik laut langsung ke China dengan pelayaran perdana kapal MV Ever Core milik Evergreen Line. Langkah ini diharapkan memangkas biaya pengiriman secara signifikan dan menjadikan Batam sebagai pusat logistik yang lebih kompetitif.

PT Persero Batam secara resmi meluncurkan pelayaran perdana kapal logistik MV Ever Core milik Evergreen Line dari Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar, Selasa (29/4), menandai babak baru dalam konektivitas logistik langsung antara Batam dan China. Peresmian ini dihadiri oleh berbagai instansi pelabuhan dan ditandai dengan seremoni penekanan tombol sirine. Usai acara, manajemen PT Persero Batam memperlihatkan kesiapan fasilitas pendukung serta proses bongkar muat peti kemas yang dilakukan secara efisien.

Direktur PT Persero Batam, Djoko Prasetyo, menyampaikan layanan direct call ini menjadikan Batam sebagai simpul strategis logistik nasional. “MV Ever Core akan beroperasi dua kali seminggu, dengan kapasitas bongkar mencapai 1.000 TEUs. Untuk mendukung aktivitas ini, kami akan menambah empat unit crane,” ujarnya.

Djoko menegaskan, pelayaran langsung Batam–China ke Kota Seikonansa akan memangkas biaya operasional secara signifikan. “Layanan direct call ini mengeliminasi kebutuhan transit di Singapura, sehingga biaya pengiriman bisa ditekan hingga lebih dari 57 persen,” jelasnya. Sebelumnya, pengiriman barang dari Batam ke China melalui Singapura membutuhkan biaya hingga USD 1.200 per kontainer. Kini, dengan pelayaran langsung, biaya tersebut turun menjadi hanya USD 300.

Layanan ini juga merupakan bagian dari upaya peningkatan konektivitas ekspor-impor di Batam. TPK Batu Ampar mencatatkan capaian strategis dengan menjadi pelabuhan asal pelayaran langsung ke China oleh Evergreen Line, melengkapi layanan serupa yang telah ada sebelumnya melalui SITC Container Line dan pelayaran ke negara-negara ASEAN.

Sejak resmi dikelola oleh PT Persero Batam pada 1 November 2023, TPK Batu Ampar mencatat berbagai kemajuan signifikan, antara lain peningkatan infrastruktur dengan investasi Rp1,2 triliun untuk penambahan 5 unit Quay Crane (QC), 12 unit Rubber Tyred Gantry (RTG), serta perluasan Container Yard menjadi 12 hektare. Diharapkan kapasitas terminal meningkat menjadi 900.000 TEUs per tahun pada Agustus 2025.

Peningkatan produktivitas juga tercatat, dengan kecepatan bongkar muat meningkat dari 8 boks per jam menjadi 40 boks per jam, serta waktu sandar kapal yang berkurang drastis dari 3–5 hari menjadi hanya 24 jam. Konektivitas TPK Batu Ampar juga meningkat, kini terhubung langsung ke lebih dari 20 pelabuhan internasional di Asia, dengan target mencapai 26 pelabuhan di Asia dan Timur Tengah hingga 2025. Efisiensi biaya logistik juga signifikan, dengan layanan direct call menurunkan biaya hingga USD 600 per TEUs atau 57 persen dari biaya sebelumnya.

Masuknya direct call ketiga dari Evergreen Line ini menegaskan kesiapan TPK Batu Ampar untuk bersaing di pasar global, menjadikannya lebih kompetitif dan siap melayani kapal-kapal logistik berstandar internasional. PT Persero Batam juga mengungkapkan minat dari beberapa shipping line lain untuk menggunakan layanan TPK Batu Ampar, membuka peluang hadirnya jalur pelayaran langsung baru dalam waktu dekat.

Baca Juga: Layanan Direct Call Efektif Pacu Kinerja Pelabuhan Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait