Dinkes Batam Catat 58 Kasus TBC di 2023, Begini Gejalanya

Puskesmas Tanjungbuntung
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi. (Foto: gokepri/Engesti)

BATAM (gokepri.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat sebanyak 58 kasus TBC di awal tahun 2023. Para pasien Tuberculosis (TBC) ini saat ini sedang dalam proses pengobatan menggunakan obat.

Penyakit ini rentan menular dengan orang yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC. Oleh karena itu Dinkes Batam turut mengecek orang-orang yang berpotensi tertular penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi mengatakan sepanjang Januari 2023 pihaknya telah mengecek 407 orang yang terduga TBC karena terkait dengan penderita TBC

HBRL

“Setiap satu pasien maka 15 orang terdekat akan dicek juga, sama seperti pemeriksaan Covid-19,” kata Didi, Rabu 11 Januari 2023.

Didi menuturkan gejala awal penyakit TBC yang harus diketahui adalah batuk yang tak kunjung sembuh selama dua pekan.

“Jadi memang ada batuk lebih dari dua pekan, itu gejala awalnya. Kalau tidak lebih dari dua pekan itu bukan dikatakan TB. Kecuali dia berkontak erat sama yang TB, itu kita cek,” kata Didi.

Didi mengimbau masyarakat Batam yang punya gejala batuk selama dua pekan atau lebih untuk segera memeriksakan diri di fasilitas kesehatan terdekat.

“Jadi cepat diobati. Bukan berarti sakit batuk itu langsung TBC , jadi tetap dikonsultasikan ke pelayanan kesehatan, khususnya di klinik puskesmas terdekat,” kata Didi.

Kementerian Kesehatan RI saat ini sedang fokus melakukan percepatan eliminasi TBC di tahun 2030. Oleh karena itu Dinkes Batam pun terus berupaya melakukan pemeriksaan TBC dan proses pengobatan.

“Karena memang pada prinsipnya kita untuk menuju eliminasi tahun 2030, jadi gimana caranya sebanyak-banyaknya kita dapat melakukan pemeriksaan penyakit TBC tersebut, supaya cepat juga diobati,” ujar Didi.

Baca Juga: Batam Serius Tangani Penyakit TBC, Begini Upayanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait