Digitalisasi Arsip Pemko Tanjungpinang Raih Skor 90,19

Digitalisasi Arsip Pemko Tanjungpinang
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang Meitya Yulianti bersama tim. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menutup tahun 2024 dengan pencapaian membanggakan. Dalam pengawasan pengelolaan arsip elektronik, Tanjungpinang memperoleh nilai 90,19 dengan kategori AA (Sangat Memuaskan). Hasil ini menunjukkan tingkat digitalisasi arsip yang sangat baik.

Penilaian tersebut tertuang dalam Berita Acara Penetapan Nilai Tingkat Digitalisasi Arsip (TDA) Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, bernomor B/045.21/1181.1/DPK-SET/2024.

Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga meraih nilai 78,83 dengan kategori BB (Sangat Baik) dalam pengawasan kearsipan eksternal dan verifikasi hasil pengawasan kearsipan internal tahun 2024. Penilaian ini tercatat dalam Berita Acara Nomor B/045.2/1182.1/DPK-SET/2024.

Baca Juga: Tanjungpinang Jadi Rujukan Pengelolaan Arsip Kota Bontang

Hasil penilaian yang diumumkan pada 25 Desember 2024 tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara, berharap pencapaian ini dapat memotivasi peningkatan kinerja Pemko Tanjungpinang.

“Kami berharap hasil pengawasan ini ditindaklanjuti untuk mendukung pencapaian kinerja Pemerintah Kota Tanjungpinang,” ujar Adi, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianti, menyampaikan terima kasih atas dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit kerja yang berkontribusi dalam pembenahan kearsipan.

“Ini bukti kerja keras kita bersama dalam membenahi kearsipan,” kata Meitya, Selasa (31/12/2024).

Meitya menegaskan pihaknya terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas kearsipan, termasuk melalui pelatihan SDM arsiparis dan pembinaan berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Sugiarto, menyebut pencapaian ini sebagai kado akhir tahun.

“Kerja keras tidak mengkhianati hasil. Namun, ini bukan tujuan akhir, melainkan langkah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait