Karimun (gokepri.com) – Komisi 3 DPRD Karimun menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PLN Tanjungbalai Karimun dan pihak terkait lainnya.
Saat RDP tersebut, PLN Tanjungbalai Karimun menjelaskan kondisi yang dialami PLN dan PLTU Tanjungsebatak saat ini.
Ketua Komisi 3 DPRD Karimun, Ady Hermawan mengatakan, ada sejumlah permasalahan pemadaman listrikm hasil RDP dengan PLN serta dinas terkait di Pemkab Karimun.
Ady menyebut, kondisi yang ada saat ini, daya mampu listrik 30,6 MW yang terdiri dari PLTU 2X5,5 MW dengan jumlah 11 MW, sedangkan PLTD 19,6 MW dengan total semua 30,6 MW.
“Kebutuhan daya sebesar 30,2 MW,” ujar Ady Hermawan.
Sementara, mesin unit 2 PLTU rusak, sehingga kehilangan 5,5 MW. Begitu juga, mesin unit 1 PLTU mengalami penurunan daya hingga 1,5 MW.
Ady menyebut, solusi atau penyelesaian dari pihak PLN terkait kondisi listrik yang terjadi di Karimun saat RDP itu diantaranya, mesin unit 2 PLTU segera dibenahi dan selesai diperkirakan pada 28 Mei 2022 nanti.
Sementara, PLTD dapat tambahan 4 unit mesin dengan daya 3,6 MW dan target selesai pada 15 Juni 2022.
Untuk tenggat waktu 28 Mei hingga 15 Juni masih terjadi kekurangan daya, solusinya pemukiman masyarakat tetap diprioritaskan dan hanya penginapan yang dapat giliran pemadaman.
Permintaan dan penambahan daya untuk pengembang agar ditunda dulu.
Selain itu, ada pengajuan kompensasi bagi konsumen yang terdampak.
Ady juga menyebut, PLN Karimun konsisten waktu pemadaman dengan interval 30 menit dalam keadaan normal.
“Pemkab Karimun dalam hal ini harus mencari tambahan daya yaitu untuk pengembangan investasi dan cadangan,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra









