Dr. Wes Tensel kepada BBC mengatakan: “Di tengah pandemi dan penyebaran dan semua yang terjadi – jumlah (kasus) meningkat – dan fakta bahwa kita melangsungkan empat strata ini di mana orang-orang tak bisa bepergian tapi pesepakbola bisa keluar masuk dan membawa pulang sesuatu ke keluarga mereka, saya rasa ini mungkin bukan hal yang paling bijak saat ini.”
Operator Liga Premier sejauh ini bersikeras protokol yang diberlakukan masih cukup ketat untuk mencegah penutupan lain sepeti penghentian selama tiga bulan antara Maret dan Juni awal tahun ini.
“Liga Premier terus memiliki keyakinan penuh dalam protokol dan peraturannya, dan cara di mana semua klub menerapkan mereka,” demikian pernyataan Liga Premier pada Senin.
Akan tetapi, Telegraph melaporkan bahwa sejumlah pembicaraan telah dimulai terkait dua pekan shutdown atau penutupan untuk menurunkan angka infeksi.
Penundaan laga City melawan Everton menjadi kali kedua bagi Liga Premier menangguhkan pertandingan gara-gara Covid-19 setelah musim 2019/20 dimulai lagi pada Juni.
Sebelumnya, pertandingan Aston Villa melawan Newcastle awal bulan ini ditunda karena merebaknya Covid-19 di tempat latihan Newcastle.
(can)
|Baca Juga: Divock Origi Tinggalkan Liverpool Januari, Ditawarkan ke Inter Milan






