Demo Buruh Bawa Berkah, Pedagang Kaki Lima Semringah

Demo buruh di Batam
Pedagang kaki lima membuka lapak di pinggir jalan depan gedung Graha Kepri, Kota Batam, yang menjadi titik demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah minimum sebesar 10 persen, Kamis 25 November 2021. (Foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Unjuk rasa oleh serikat buruh Kota Batam yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menjadi berkah tersendiri bagi Pedagang Kaki Lima (PKL).

Para buruh yang menggelar aksi di Jalan Raja Isa depan gedung Garaha Kepri berubah menjadi lapak jualan saat demo.

Samsudin (34) salah satu pedagang mengaku senang dengan adanya demo buruh kali ini. Keuntungannya meningkat drastis dan dagangannya menjadi laris manis.

“Alhamdulillah. Laris manis mas, ini minuman hampir habis,” katanya di lokasi, Kamis (25/11).

Samsudin menyebut hanya dalam dua jam  dirinya mampu meraup keuntungan sampai Rp500 ribu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yulianto (33) salah satu penjual buah. Ia mengatakan bahwa dagangannya langsung habis pada saat demo buru berlangsung.

“Sudah habis, mas. Ini tinggal kuah rujaknya aja,” katanya sambil membereskan dagangannya.

Menurutnya aksi demo buruh membawa rezeki tersendiri.

“Kalau demo gini takut juga tapi ini demonya tidak rusuh atau apa aman – aman saja,” katanya.

Berdasarkan pantauan aksi unjuk rasa masih berlangsung di depan gedung Garaha Kepri, Batam Kepulauan Riau.  Dalam aksinya mereka meminta Kenaikan UMK/UMKS 2022 sebesar 10 persen, berlakukan UMSK 2021, cabut Omnibus Law dan Undang-undang cipta kerja, PKB tanpa Omnibuslaw, dirikan penambahan PHI di Kota Batam, Kontrol harga sembako, evaluasi pengawasan K3, bebaskan PCR untuk yang sudah divaksin, bebaskan antigen untuk pencari kerja, segera wujudkan pembangunan BLK di Batam dan pekerjakan kembali Zulkarnain, karyawan PT Schneider Batam.

“Pemerintah sudah tidak mementingkan kaum buruh. Naiknya UMK sebesar Rp35 ribu merupakan pelecehan bagi buruh,” katanya dalam orasinya. (Pewarta: Engesti)

Pos terkait