Dari MRO hingga Kargo, BP Batam Bidik Investasi Aviasi Korea

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis memaparkan peluang investasi industri aviasi Batam dalam South Korea Aero Summit 2026 di Seoul.
Deputi investasi BP Batam Fary Djemy Francis (kedua kiri) didampingi Deputi Administrasi Keuangan BP Batam Alexander Zulkarnain (kedua kanan), Direktur Bandara BP Batam Kurnia Budi (kanan) dan Dirut PT BIB Annang Setia Budhi (kiri) pada SK Aero Summit 2026. Foto: BP Batam

BP Batam menjajaki calon investor di Seoul. Realisasi investasi Korea Selatan mencapai US$65,1 juta pada semester I 2026.

BATAM (gokepri) – Batam menawarkan peluang investasi di sektor penerbangan kepada pelaku industri Korea Selatan. BP Batam membidik bisnis perawatan pesawat, kargo udara, logistik, hingga teknologi aviasi masa depan.

Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim tidak hanya bertumpu pada aktivitas penerbangan. BP Batam ingin menarik investasi industri dan jasa pendukung agar kegiatan bandara memberi dampak ekonomi yang lebih luas.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis memaparkan peluang tersebut dalam South Korea Aero Summit 2026 di Seoul pada 21–22 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan pelaku industri penerbangan, operator bandar udara, perusahaan teknologi, dan pemangku kepentingan sektor aviasi.

Baca Juga: Kampus Korea Buka Peluang Beasiswa bagi Siswa Batam

Fary memperkenalkan peluang investasi dalam perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO), kargo udara, logistik, serta industri pendukung bandar udara. Menurut dia, pengembangan Hang Nadim perlu menghubungkan kegiatan penerbangan dengan industri dan jasa lain.

“Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” kata Fary dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu, 21 Oktober 2026.

Untuk menarik modal, Fary menyoroti tiga faktor, yakni kepastian regulasi, kepercayaan investor, dan kemudahan berusaha. Ketiganya menjadi fondasi yang menurut BP Batam penting untuk memperkuat daya saing Batam dalam memperebutkan investasi.

Forum tersebut juga membahas teknologi penerbangan masa depan. Deputy Director of Advanced Aerospace Technology Center, Institute for Aerospace Industry-Academia Collaboration, Yeong-min Sim memaparkan pengembangan mobilitas udara maju di Korea Selatan, termasuk pesawat listrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal atau electric vertical take-off and landing (eVTOL).

Teknologi eVTOL berpotensi mendukung transportasi udara di dalam kota maupun antardaerah. Pengembangannya membutuhkan sistem pengaturan lalu lintas udara, fasilitas pengisian daya, serta terminal yang terintegrasi.

Ads bp batam 2026 baru

Bagi BP Batam, pembahasan ini membuka peluang penjajakan investasi pada teknologi penerbangan, manufaktur komponen, dan infrastruktur pendukung mobilitas udara. Namun, naskah BP Batam belum menyebutkan komitmen investor atau proyek eVTOL tertentu yang akan masuk ke Batam.

BP Batam juga merencanakan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul untuk menjajaki calon investor dan memperkuat kemitraan. Agenda tersebut diarahkan pada pemetaan investor, pencocokan kebutuhan usaha dengan peluang di Batam, serta fasilitasi penjajakan proyek.

Data yang dipaparkan BP Batam menunjukkan realisasi investasi Korea Selatan di Batam mencapai sekitar US$65,1 juta pada semester I 2026. Nilai itu sekitar 34 kali realisasi sepanjang 2025 yang tercatat sebesar US$1,9 juta.

Kedua angka tersebut mencakup periode pencatatan yang berbeda, yakni enam bulan pada 2026 dan satu tahun penuh pada 2025.

Batam menawarkan sejumlah fasilitas dan basis industri untuk menarik investor asing. Kawasan ini memiliki status Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 31 kawasan industri, serta ekosistem manufaktur dan logistik yang terus berkembang.

Baca Juga: QRIS Kini Bisa Digunakan di Korea Selatan, Target Berikutnya China

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait