Ciri Fisik Bayi Prematur, Orang Tua Wajib Tahu!

Ibu tenggelamkan bayi di ember
Foto: Freepik

JAKARTA (GoKepri.com) – Ciri fisik bayi prematur dapat diketahui dengan jelas. Hal ini harus diketahui orang tua, sehingga bayi tersebut mendapat penanganan yang tepat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dibutuhkan perawatan untuk membantu melindungi bayi prematur dari gangguan neurologis di masa depan serta kesulitan bernapas dan infeksi.

Ciri fisik bayi premature ini dibeberkan Dokter Spesialis Anak Konsultan Perinatologi dan Neonatalogi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Dr dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K) dalam acara gizi yang membahas bayi prematur.

Baca Juga:

Bayi prematur lahir saat usianya kurang dari 37 minggu. Pada bayi yang lahir dalam usia 38 pekan dengan berat lahir kurang dari 2500 gram, sudah cukup bulan tetapi kecil atau bayi berat lahir rendah (BBLR).

Rinawati mengatakan salah satu ciri fisik bayi prematur bisa dikenali dari daun telinganya.

Daun telinga pada orang dewasa jika dilipat akan kembali ke posisi semula, namun hal itu tidak terjadi pada bayi prematur.

“Ini kan ada tulang rawan, kalau makin muda (usia) dilipat dia enggak balik lagi. Coba lihat bayi kecil itu kalau dilipat dia menempel terus enggak balik-balik lagi. Mungkin ini kurang bulan,” kata Rinawati dalam seminar daring, Selasa, 15 November 2022.

Ciri fisik lain dapat dilihat dari putting payudaranya yang hanya bebentuk titik seperti kismis dan berwarna hitam.

“Kemudian lihat ke alat kelamin. Kalau laki-laki ada skrotum atau kantung kemaluannya itu hitam, bergaris-garis, lalu buah testis itu sudah turun nah itu cukup. Kalau yang perempuan labia-nya masih terbuka,” kata Rinawati.

Ciri fisik lainnya yang bisa dikenali yaitu garis-garis di telapak tangan dan kaki. Pada bayi prematur garis ini sulit dilihat karena sangat halus, sedangkan bayi yang lahir cukup bulan memiliki garis pada telapak tangan dan kaki sangat jelas.

Rinawati mengatakan bagi bayi yang belum cukup bulan, organnya sudah matang tetapi kecil.

Nah, di sinilah peran orangtua untuk mengejar berat badannya. Sementara bagi yang belum cukup bulan, bayi prematur biasanya belum matang organ-organnya.

Memang tidak semua bayi premature mengalami komplikasi, tapi kelahiran terlalu dini dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.

Semakin dini bayi lahir, semakin tinggi risiko komplikasi. Komplikasi yang umum terjadi adalah masalah pernapasan, jantung, otak, kontrol suhu tubuh, darah dan metabolisme tubuh.

Rinawati menegaskan perawatan pada bayi prematur harus dilakukan intensif. Jangan berhenti saat bayi dinyatakan hidup saat dilahirkan.

“Masih cukup panjang perjalanan, dua tahun pertama kehidupan diharapkan bayi tidak stunting,” kata dia.

Selain itu juga pastikan bayi tidak mengalami gangguan kesehatan mental dan autisme.

Sumber: ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait