LINGGA (gokepri) – Bupati Lingga Muhammad Nizar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu menjaga iklim investasi di daerahnya, terutama terkait rencana investasi besar PT Tianshan Alumina Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat segera merealisasikan proyek yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan menyerap banyak tenaga kerja.
Ajakan bupati ini disampaikan dalam acara kopi pagi di KF Jang Dabo Singkep, Minggu (20/4/2025). Bupati menjelaskan kunjungannya ke Tiongkok beserta rombongan merupakan langkah strategis untuk meyakinkan investor, terutama PT Tianshan, yang telah lama mengundang pihak Lingga.
PT Tianshan telah menunjukkan minat investasi di Kabupaten Lingga sejak 2021 hingga 2025. Menurut Bupati, undangan dari perusahaan tersebut telah diterima beberapa kali, namun Pemkab Lingga menahan diri untuk menyelesaikan proses administrasi terlebih dahulu. Ia menjelaskan proses ini sudah begitu panjang di tahun 2022 hingga 2024 dan sudah masuk 3 tahun.
“Mau masuk tahun keempat, kenapa mandek tak jalan-jalan juga. Nah tentu pada kesempatan yang ada, kami berkunjung ke sana itu juga membawa OPD teknis untuk dapat menyampaikan langsung atau mendengar langsung apa yang di inginkan oleh pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dapat sejalan, tentu dalam kesempatan itu, poin penting yang memang kita sampaikan ini minta tolong jangan sampai investor ini kabur dari kabupaten Lingga,” papar Bupati.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada PT Tianshan yang telah memilih Kabupaten Lingga, tepatnya di wilayah Dabo Singkep, sebagai lokasi investasi. Perusahaan tersebut sebelumnya telah mempertimbangkan beberapa lokasi lain di Kalimantan, Jawa, dan Sumatera.
Bupati menjelaskan bahwa perizinan proyek tersebut hampir lengkap. Satu-satunya yang tersisa adalah perjanjian kerja sama antara penanggung jawab proyek dengan TNI Angkatan Laut, sebagaimana tercantum dalam surat dari Kementerian Pertahanan. Pemkab Lingga bersama Pemprov Kepri berencana untuk segera menyampaikan hal ini kepada Menteri Pertahanan agar dapat segera diselesaikan.
Kementerian Lingkungan Hidup, lanjut Bupati, telah mengeluarkan surat Nomor 93 Tahun 2025 terkait pembangunan pabrik alumina yang diperkirakan berkapasitas 2 juta ton per tahun. Investasi awal PT Tianshan diperkirakan mencapai Rp21 triliun, dengan total keseluruhan lebih dari Rp80 triliun. “Nah inikan perusahaan yang bisa menampung tenaga kerja yang begitu besar, yang dapat memberikan peningkatan ekonomi masyarakat kabupaten lingga,” ujarnya.
“Saya atas nama pimpinan daerah mengajak semuanya untuk dapat bersinergi dapat untuk bersama-sama supaya kita ini tidaklah menjadi orang yang kufur nikmat karena memang yang sudah hadir di depan. Bagaimana kita mengelolanya bersama-sama agar dapat bisa berjalan dan akan dapat membantu perekonomian masyarakat,” kata Bupati.
Ia juga menekankan beban pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan dan mengajak semua pihak mendukung investasi yang masuk dengan perizinan sah. “Mari kita bersama sama mendukung investasi. Jangan mereka sudah mau masuk kita ribut-ribut. Kalau kita ribut terus siapa mau masuk ke Lingga ini, investornya bisa kabur, tapi saya yakin dan percaya semuanya punya niat yang sama,” ujarnya. Bupati berharap pertemuan kopi pagi ini dapat menyatukan kesepakatan untuk kemajuan Kabupaten Lingga melalui dukungan terhadap investasi yang sah.
Acara kopi pagi tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lingga, Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi masyarakat (ormas), dan perwakilan media.









