Budidaya Ikan Nila Bioflok di Lapas Batam, Efisien dan Produktif

Warga binaan Lapas Kelas II A Batam mengelola budidaya ikan nila menggunakan metode bioflok. Foto: Lapas Batam.

Batam (gokepri.com) – Lapas Kelas II A Batam terus berinovasi dalam memberikan keterampilan bagi warga binaannya. Kali ini, Lapas tersebut mengembangkan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) menggunakan sistem bioflok, yang dikenal efisien dalam pemanfaatan air dan pakan.

Kepala Lapas Kelas II A Batam, Heri Kusrita, menjelaskan bahwa teknik bioflok ini dipilih karena lebih hemat dan produktif.

“Kami baru memiliki dua unit bioflok yang dapat menampung hingga 1.000 ekor ikan nila. Rencananya, jumlah ini akan ditambah untuk meningkatkan produksi,” ungkap Heri saat dihubungi pada Senin 16 September 2024.

HBRL

Baca Juga: Terlalu Sesak, Lapas Batam Diminta Tambah Ruang Tahanan

Setiap unit bioflok di Lapas Batam mampu menampung sekitar 500 ekor ikan nila, yang akan dipelihara selama empat bulan hingga siap dipanen. Ke depan, Lapas Batam juga berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Batam untuk mengadakan pelatihan bagi warga binaan, demi memperluas keterampilan budidaya bioflok.

“Respon dari Dinas Perikanan sangat positif. Kami berharap bisa segera memulai pelatihan untuk warga binaan agar mereka semakin terampil dalam budidaya ikan,” tambah Heri.

Budidaya ikan nila ini menjadi salah satu program pembinaan di Lapas Batam yang bertujuan untuk membekali para warga binaan dengan keterampilan yang berguna setelah mereka bebas.

Sebelumnya, Lapas ini juga telah menyelenggarakan berbagai pelatihan seperti sablon digital, konveksi, bengkel motor, hingga pembuatan roti dan mebel.

Ikan yang dihasilkan dari budidaya ini nantinya akan dijual, dengan sebagian hasilnya disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta digunakan untuk biaya produksi dan pemberian premi bagi warga binaan yang terlibat dalam proses pengelolaan.

Dengan keberhasilan budidaya bioflok ini, diharapkan warga binaan Lapas Batam tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk memulai hidup baru yang lebih baik setelah mereka kembali ke masyarakat. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait