BP Batam dan DPD RI Bahas Kesiapan Air dan Listrik

Anggota DPD RI Ria Saptarika bertemu Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano untuk membahas kesiapan air dan listrik di Batam.
BP Batam menerima kunjungan kerja anggota DPD RI Ria Saptarika di Marketing Centre BP Batam, Kamis (15/10/2026). Pertemuan membahas pengelolaan air bersih dan kesiapan infrastruktur kelistrikan. Foto: BP Batam

BP Batam dan DPD RI membahas kesiapan pasokan air dan listrik. Kebutuhan masyarakat dan industri menjadi perhatian.

BATAM (gokepri) — Ketersediaan air bersih dan listrik menjadi perhatian BP Batam dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri di Batam. Kedua pihak membahas pengelolaan sumber daya air dan kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk menjaga pelayanan publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pembahasan tersebut berlangsung saat anggota DPD RI, Ria Saptarika, mengunjungi Marketing Centre BP Batam, Kamis (15/10/2026). Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menerima kunjungan itu bersama jajaran.

Baca Juga: Pusat Data Batam Tumbuh 89 Persen Jadi 82 MW, Jauh di Bawah Jakarta dan Johor

Salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut ialah kemampuan penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri. Saat ini, Batam memiliki delapan waduk dengan total kapasitas desain air baku 5.052 liter per detik yang mendukung pelayanan bagi 353.199 pelanggan.

Pertumbuhan kebutuhan air membuat pengelolaan sumber daya dan penguatan infrastruktur pendukung menjadi semakin penting. BP Batam juga perlu memperhitungkan kebutuhan sektor industri, termasuk pusat data (data center), yang memerlukan dukungan air dan listrik untuk menunjang operasionalnya.

Denny menegaskan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas BP Batam. Sementara itu, perkembangan industri memerlukan perencanaan pasokan air dan listrik agar kebutuhan investasi dapat terpenuhi tanpa mengabaikan pelayanan publik.

“Pemenuhan kebutuhan air bersih dan listrik perlu direncanakan secara berkelanjutan,” ujar Denny.

Untuk menambah alternatif pasokan air bagi industri, BP Batam mendorong pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yakni pengolahan air laut menjadi air tawar melalui proses penyaringan menggunakan membran. Penerapan teknologi ini memerlukan dukungan investasi, energi listrik, serta infrastruktur pengolahan dan distribusi.

Ketersediaan listrik juga menjadi bagian dari pembahasan karena pengoperasian fasilitas pengolahan air maupun data center membutuhkan pasokan energi yang andal. Perencanaan kedua infrastruktur tersebut perlu terintegrasi agar pertumbuhan kegiatan ekonomi berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ads bp batam 2026 baru

Ria Saptarika menekankan pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan air bersih dan listrik. Menurut dia, kedua infrastruktur tersebut berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik sekaligus keberlangsungan kegiatan usaha di Batam.

“Ketersediaan air bersih dan listrik memerlukan perencanaan matang serta koordinasi yang kuat,” kata Ria.

Baca Juga: Investasi Pusat Data Batam Ditaksir Sentuh Rp500 Triliun hingga 2028

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait