BP Batam Minta Investor Data Center Bangun Infrastruktur Air Sendiri

Kepala BP Batam Amsakar Achmad memaparkan capaian investasi Batam yang ditopang sektor digital, pusat data, dan energi berkelanjutan.
Amsakar Achmad. (dokumen)

BATAM (gokepri.com) – investor pusat data (Data Center) di Batam harus menyiapkan infrastruktur air secara mandiri, mulai dari jaringan perpipaan hingga fasilitas pengolahan air laut (Sea Water Reverse Osmosis/SWRO), guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menegaskan setiap rencana investasi pusat data (data center) di Batam akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur dasar, terutama pasokan air baku dan listrik, agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat maupun keberlanjutan investasi.

Amsakar mengatakan seluruh calon investor telah diberikan gambaran mengenai tantangan penyediaan utilitas di Batam sejak tahap awal pembahasan proyek.

“Setiap proposal yang masuk kami sampaikan apa saja kendala yang kami hadapi, terutama terkait keandalan listrik dan ketersediaan air baku,” kata Amsakar di Batam.

Ia mencontohkan salah satu calon investor pusat data, DayOne, yang telah berdiskusi dengan BP Batam mengenai kebutuhan utilitas untuk mendukung operasional investasinya.

Menurut dia, investor tersebut bersedia ikut menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari pembangunan jaringan perpipaan hingga pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk mengolah air laut menjadi air bersih guna memenuhi kebutuhan operasional.

“Untuk pipanisasi tahap awal mereka sudah bersedia berinvestasi. Mereka juga siap membangun fasilitas SWRO sehingga kebutuhan air untuk investasi dapat dipenuhi tanpa membebani cadangan air yang ada,” ujarnya.

Amsakar menjelaskan aset infrastruktur yang dibangun investor nantinya akan diserahkan kepada pemerintah, sementara operasional fasilitas dilakukan oleh pihak investor sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menilai skema tersebut memberikan nilai tambah bagi Batam karena selain menghadirkan investasi, juga meningkatkan kapasitas infrastruktur yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Menurut Amsakar, BP Batam tidak ingin menerima investasi tanpa disertai langkah antisipasi terhadap kebutuhan utilitas karena berpotensi mengurangi daya tarik Batam sebagai tujuan investasi.

“Kalau investasi masuk tetapi persoalan air dan listrik tidak diantisipasi, tentu akan memengaruhi kepercayaan investor. Karena itu seluruh risiko dan langkah antisipasinya kami bahas bersama sejak awal,” katanya.

Ia menambahkan pembahasan mengenai kebutuhan utilitas tersebut telah dilakukan bersama calon investor sehingga solusi atas pasokan air dan listrik dapat disiapkan sebelum proyek direalisasikan.

Dengan pendekatan itu, BP Batam optimistis pengembangan pusat data di Batam dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan pasokan air dan listrik serta memperkuat posisi Batam sebagai salah satu tujuan utama investasi digital di Indonesia.

Penulis: Engesti

Pos terkait