Bedah Buku Profesor Hariadi Kartodiharjo, Wiriyanto Aswir: Beliau Idola Saya

Profesor Hariadi Kartodiharjo
Ketua Ikatan Pemuda Mahasiswa Kuansing (IPMAKUSI), Wiriyanto Aswir bersama Profesor Hariadi Kartodiharjo penulis buku "Dosa dan Masa Depan Planet Kita". Wiriyanto menjadi salah satu pembedah buku dalam agenda Green Leader Indonesia. (Foto: Dokumentasi IPMAKUSI)

Batam (gokepri.com) – Ketua Ikatan Pemuda Mahasiswa Kuansing (IPMAKUSI), Wiriyanto Aswir menjadi salah satu pembedah buku bertemakan lingkungan dalam agenda Green Leader Indonesia, Kamis 23 Desember 2021.

Rian, sapaan akrabnya, memilih untuk membedah buku milik Profesor Hariadi Kartodiharjo berjudul “Dosa dan Masa Depan Planet Kita”. Ia mengambil dua sub judul dari buku yang memiliki 662 halaman tersebut. Di antaranya adalah ihwal Dosa dan Nasib Planet Kita serta Demokrasi Ekologi untuk Perlindungan Lingkungan.

Menurut Rian, tulisan Profesor Hariadi Kartodiharjo dalam buku tersebut sangat lugas dalam menggambarkan kondisi bumi kekinian.

HBRL

“Prof Hariadi adalah idola saya. Bukunya membuka jalan pikiran kita semua,” kata Rian.

Rian menyampaikan jika buku Profesor Hariadi yang dipilihnya juga memiliki kelebihan untuk mudah dipahami.

Pasalnya, buku tersebut disertai data dan fakta serta teori-teori yang dirangkai dengan kata-kata yang apik.

Rian menuturkan Kegelisahan Profesor Hariadi akan masa depan planet bumi juga menjadikan buku ini hendaknya dapat dibedah oleh kampus-kampus dari berbagai latar keilmuan, mustahil selesai dan tuntas dalam waktu satu dua jam saja.

“Cara terbaik memahami buku ini adalah dengan menyelaraskan dengan isu yang dialami oleh wilayah kita masing-masing, sebut saja contoh kasus di Riau bagaimana pemilihan ekosistem gambut dan mangrove, kemudian Ilegal Logging dan eksploitasi kawasan tepian sungai dengan pertambangan, dan tak luput pula konflik agraria yang melibatkan banyak unsur yang belum kunjung menemukan titik temu penyelesaiannya,” ungkapnya lagi.

Agenda bedah buku sendiri merupakan rangkaian agenda paska wisuda Green Leader Indonesia (GLI) yang sebelumnya telah dilaksanakan secara langsung di Gedung Wanabakti, kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.

“Oleh karenanya, para alumni GLI generasi pertama membuat berbagai program menarik di antaranya festival berwarna, festival musik, penanaman pohon, workshop, dan salah satunya adalah bedah buku,” jelas Rian.

Tentang Green Leadership Indonesia

Disadur dari Web Mlhk.go.id, Program Green Leadership Indonesia ini diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia serta didukung oleh Walhi, KNTI dan HUMA.

Program ini akan memfasilitasi anak muda sebagai generasi penerus bangsa agar memiliki perspektif keadilan sosial dan lingkungan hidup dan keberpihakan kepada lingkungan hidup.

Program ini ingin menjaring calon pemimpin yang berasal dari beragam latar belakang agar semua segmen dalam masyarakat memiliki calon pemimpin yang punya prespektif hijau dan keberpihakan nyata bagi penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup.

Para peserta didik akan ditemani oleh para leaders, akademisi, praktisi, dan aktivis yang memiliki rekam jejak panjang dalam bidang masingmasing.

Ada 118 Pemuda yang mengikuti Green Leadership yang diwisuda langsung oleh Menteri LHK RI di aula Gedung Manggala Wanabakti.

Wiriyanto Aswir sendiri menjadi salah satu green leader terbaik yang diwisuda secara langsung. Rian sendiri memiliki latar keilmuan dalam studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Hukum.

Dengan pengalamannya sebagai Ketua Ikatan Pemuda Mahasiswa Kuansing Pekanbaru dan aktif di Himpunan Mahasiswa Islam yang mana ia baru terpilih sebagai formatur Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Riau Kepulauan Riau, Rian kerap terdengar mengadakan diskusi dan gerakan antikorupsi, utamanya terkait persoalan lingkungan yang memang menjadi konsentrasi tersendiri.

Penulis: Candra Gunawan

|Baca Juga: ICMI Tanjungpinang Luncurkan Buku Pantun untuk Referensi Masyarakat Kepri

Pos terkait