Baznas Kepri Hapus Beasiswa Pelajar SMA, untuk Mahasiswa Masih Lanjut

Kepala Baznas Kepri Arusman Yusuf. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Riau (Kepri) mengumumkan bahwa mereka tidak lagi memberikan beasiswa untuk siswa SMA mulai tahun ajaran 2024/2025. Namun, program beasiswa untuk mahasiswa di perguruan tinggi tetap akan dilanjutkan.

Kepala Baznas Kepri Arusman Yusuf mengatakan, keputusan itu dilakukan lantaran siswa SMA telah mendapatkan bantuan SPP gratis dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Ia menjelaskan perubahan kebijakan ini bertujuan untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Catatan Baznas, sudah ada lebih dari 350 mahasiswa yang dibantu oleh Baznas melalui program beasiswa.

Baca Juga: Beasiswa Pendidikan Rp1,2 Miliar dari Baznas Kepri Disalurkan

“Sebanyak 350 orang mahasiswa yang dibantu oleh Baznas untuk membayar UKT-nya selama 8 semester. Tiap tahun dievaluasi,” kata dia.

Dia mengimbau para penerima beasiswa untuk serius dalam menempuh pendidikan tinggi. Baznas Kepri menegaskan beasiswa akan dicabut jika penerima tidak memenuhi syarat akademis dan komitmen yang telah ditetapkan.

“Kalau tidak serius kami serahkan ke penerima yang lain,” kata dia.

Baznas Kepri juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program yang dijalankan dengan membayar zakat melalui Baznas.

“Dukungan dari masyarakat sangat penting agar kami bisa terus membantu lebih banyak orang yang membutuhkan. Kami mengajak semua pihak untuk terus berzakat dan berinfak melalui Baznas,” kata dia.

Target ZIS Rp13 Miliar di 2024

Arusman Yusuf mengatakan pihaknya menargetkan penerimaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp13 miliar pada tahun 2024. Ia yakin target ini dapat tercapai dengan strategi yang telah disiapkan.

Salah satu strateginya adalah menyiapkan konter-konter pelayanan pembayaran zakat di pusat keramaian, seperti mal, pelabuhan, dan bandara. Tujuannya memudahkan masyarakat, khususnya umat muslim untuk menunaikan kewajiban zakat.

“Target kami tahun ini Rp13 miliar dan sudah kami terima sebanyak Rp7,1 miliar,” kata dia, Jumat 5 Juli 2024.

Ia menjelaskan, sepanjang Januari-Juli penerimaan ZIS di Provinsi Kepulauan Riau sudah mencapai Rp7,1 miliar. Sedangkan ZIS yang sudah disalurkan mencapai Rp3,1 miliar. ZIS yang terkumpul itu disalurkan kepada mustahik atau orang-orang yang berhak menerima zakat yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.

“Sudah didistribusikan melalui program beasiswa, kesehatan, Kepri peduli, bantuan bencana dan guru ngaji,” kata dia.

Arusman mengimbau masyarakat membayar zakat melalui lembaga amil zakat resmi, sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran. “Yang paling banyak membayar zakat melalui Basnaz adalah ASN. Hampir 98 persen,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN