Bazar Imlek 2024 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Tanjungpinang

Bazar imlek tanjungpinang
Suasana Bazar Imlek di kawasan Kota Tua, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu 21 Januari 2024. Foto: Dok. Pemko Tanjungpinang

Tanjungpinang (gokepri) – Bazar Imlek 2024 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menjadi daya tarik bagi wisatawan dan menggairahkan roda ekonomi daerah.

“Target kita bukan hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi agenda seperti Bazar Imlek ini tentu akan menggerakkan dan menggairahkan roda ekonomi daerah,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Guntur Sakti di Tanjungpinang, Selasa (6/2/2024).

Guntur menjelaskan, Bazar Imlek membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat dan meningkatkan popularitas Tanjungpinang sebagai destinasi wisata.

HBRL

Baca Juga: 

“Bazar Imlek itu agenda yang sangat bagus, dan saya rasa masyarakat Batam ada yang mulai datang ke Tanjungpinang karena melirik acara ini,” kata Guntur.

Bazar Imlek tahun ini digelar di Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar. Ratusan tenda stan bernuansa merah dan lampion menghiasi lokasi, menciptakan atmosfer khas Imlek yang meriah.

Kegiatan ini menjadi peluang bisnis bagi sekitar 300 UMKM yang membuka stan, meningkat 50 persen dari tahun lalu. “Bazar ini sudah dimulai sejak 12 Januari 2024 dan akan ditutup pada 8 Februari 2024,” kata Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Hasan.

Hasan menilai, keberagaman budaya Tionghoa yang ditampilkan di Bazar Imlek memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan. “Bazar Imlek menjadi peluang bagi pengusaha kecil berjualan, menjadi daya tarik wisatawan asing sekaligus membantu para pelaku UMKM dalam mempromosikan produk-produk baru,” tuturnya.

Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seperti Bazar Imlek karena dinilai mampu menggairahkan perekonomian dan meramaikan kawasan Kota Lama.

“Tanjungpinang memiliki potensi wisata sejarah, religi, dan atraksi. Keberagaman budaya yang tentu menjadi suatu kebanggaan dan ini sangat membantu mendorong perekonomian,” kata Hasan.

Siti, seorang pegiat UMKM, mengaku Bazar Imlek menjadi kesempatan untuk mempromosikan produk kulinernya. Ia mencatat peningkatan omzet hingga Rp1 juta per hari selama berjualan di bazar.

“Saya berterima kasih kepada penyelenggara dan pemerintah yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk berjualan di sini. Fasilitasnya juga bagus, ada tenda dan listrik,” kata Siti.

Bazar Imlek 2024 menjadi contoh nyata bagaimana perpaduan budaya dan ekonomi dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat dan daerah. Keberhasilan penyelenggaraannya menunjukkan potensi Tanjungpinang sebagai destinasi wisata yang menarik dan ramah bagi wisatawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro/Antara

Pos terkait