Bawaslu Tanjungpinang Akui Sulit Pantau Serangan Fajar

Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhamad Yusuf. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Bawaslu Tanjungpinang mengakui sulit memantau serangan fajar. Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhammad Yusuf.

Ia mengatakan sejak berakhirnya masa kampanye Pemilu pada 10 Februari kemarin, semua orang bisa terjerat pidana Pemilu jika terlibat dalam praktik politik uang. Karena itu, Bawaslu akan tegas menindak siapapun yang terlibat praktik haram ini.

“Kami lakukan patroli tadi malam sampai dini hari tidak menemukan adanya serangan fajar,” kata dia, Selasa 13 Febuari 2024.

HBRL

Baca Juga: PENGAWASAN PEMILU 2024: Bawaslu Tanjungpinang Gandeng Jurnalis

Ia menjelaskan, sulit untuk memantau serangan fajar atau politik uang jelang Pemilu 2024. Menurutnya, jarang sekali ada masyarakat yang melaporkan adanya serangan fajar.

“Kami belum temukan, isu-isu serangan fajar belum ada itu semua hoaks,” kata dia.

Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk dapat melaparkan kepada Bawaslu jika menemukan politik uang di daerahnya. Dengan demikian, penegakan bisa langsung dilakukan saat ditemukannya kecurangan Pemilu.

“Jadi laporkan saja. Yang penerima tidak kena sanksi apa-apa yang kena itu yang memberi. Seharusnya ada penerima yang mengadu jika mereka betul-betul tidak suka,” kata dia.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari masyarakat, di kawasan Batu 5 atas Gang Laban Sari terdapat serangan fajar. Salah satu warga di sana mengaku telah menerima uang dari partai politik sebesar Rp300 ribu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait