Batam Membendung Wabah

Batam Wabah
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Asisten I Pemko Batam Yusfa Hendri meninjau penanganan pasien Covid-19 di Asrama Haji Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pekan lalu. (Foto: Istimewa)

Persebaran Covid-19 di Kota Batam kian luas setelah Lebaran Mei lalu. Isolasi pasien di gedung-gedung publik menjadi strategi mitigasi pemerintah kota. Razia keramaian digalakkan.

Batam (gokepri.com) – Wawan Setiawan, warga Tiban, tidak pernah menyangka sebelumnya akan terpapar Covid-19. Apalagi sampai dikarantina bersama warga lainnya di Asrama Haji Batam Center selama dua pekan.

Awalnya ia mengaku tidak ada yang beda, tapi badannya hanya sedikit meriang. Kemudian inisiatif untuk melakukan tes antigen secara mandiri dan ternyata hasilnya menunjukan positif Covid-19. “Kaget pasti karena perasaan tidak pernah kontak langsung dengan pasien positif. Tapi mau gimana lagi, mau tidak mau harus karantina mandiri,” kata Wawan Setiawan Senin (7/6/2021).

Sebelum menjalani karantina di Asrama Haji Batam Center, ia telah menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun berdasarkan instruksi dari Tim Gugus Tugas harus dipindahkan ke Asrama Haji Batam Center. “Sebagai orang awam tentunya saya harus mengikuti apa yang disampaikan tim medis dan juga pemerintah,” katanya.

Selama isolasi di Asrama Haji tak banyak aktivitas yang dilakukan selain olahraga, makan tiga kali sehari dan beristirahat di dalam kamar. Tidak ada obat-obatan yang dikonsumsi, hanya vitamin yang diberikan oleh tim medis. “Satu kamar saya kemarin ada enam orang. Jadi aktivitas sehari-hari yang begitu istirahat tidak bisa kemana-kemana. Tapi alhamdulillah sekarang sudah sembuh,” ujarnya.

Data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, lonjakan jumlah kasus positif terjadi dalam satu bulan terakhir. Di mana ada sekitar 2.345 penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 periode 7 Mei 2021 higga 6 Juni 2021.

Hingga saat ini, jumlah total masyarakat Batam yang terkonfirmasi positif sebanyak 9.950 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 8.791 orang dinyatakan sembuh dan 218 orang meninggal dunia. Kemudian sisanya sebanyak 941 orang masih menjalani perawatan. Sejak muncul lonjakan kasus Covid-19 di Kota Batam, Asrama Haji menjadi lokasi isolasi bagi pasien Covid-19. Diperuntukan khusus pasien yang tidak memiliki gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Kapasitas rumah sakit di Kota Batam sendiri banyak 2.161 tempat tidur, terdiri dari sebanyak 1.791 tempat tidur di rumah sakit yang ada di Kota Batam dan 360 tempat tidur di RSKI Pulau Galang. Kemudian fasilitas pendukung karantina Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Batam telah menyiapkan Rusun Pemko dan Rusun Badan Pengusahaan Batam. Dengan kapasitas dapat menampung sebanyak 1.448 orang.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyiapkan segala bentuk kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Karena itu beberapa lokasi karantina disiapkan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Seluruh pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala kita isolasi di Asrama Haji. Ada 576 tempat tidur untuk menampung pasien Covid-19 OTG,” kata Rudi.

Ruang Shafa disiapkan sebanyak 40 kamar dengan kapasitas per kamar isi 6 tempat tidur atau menampung 240 orang. Sedangkan ruang Marwa dengan kapasitas sebanyal 30 kamar dengan 6 tempat tidur atau menampung 180 orang. “Selain itu juga disiapkan ruang Raudhah sebagai cadangan dengan kapasitas 78 kamar dengan kapasitas 2 tempat tidur atau menampung 156 orang,” katanya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, menyiapkan sejumlah lokasi untuk karantina pasien Covid-19. Selain Asrama Haji Batam Center dan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di Sekupang.

“Tim Gugus Tugas juga menyiapkan Stadion Temenggung Abdul Jamal. Harapan kita jangan sampai ke sana, tapi harus kami siapkan,” kata Amsakar.

Amsakar menjamin kapasitas tempat tidur di Asrama Haji saat ini sebenarnya masih mencukupi. Hanya saja untuk pasien yang sudah beberapa menjalani karantina tidak bisa digabung dengan pasien yang baru akan masuk. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Bapelkes di Sekupang untuk mengantisipasi jika Asrama Haji tidak bisa menerima pasien baru. “Untuk teknis di lapangan nanti tim medis yang mengaturnya. Yang jelas tadi sudah koordinasi dengan Bapelkes,” katanya.

Sementara, untuk kesiapan Stadion Temenggung Abdul Jamal sejauh ini menurut dia tidak ada masalah. Pemprov Kepri akan menyiapkan 1.000 velbed atau tempat tidur jika nantinya lokasi tersebut digunakan untuk karantina. “Tapi mudah-mudahan saja tidak sampai digunakan dan kasus Covid-19 bisa segera turun,” katanya.

Tujuan dilakukan isolasi di Asrama Haji adalah supaya pasien Covid-19 ini tidak menyebarkan ke warga lainnya. Khusus yang tidak memiliki gejala memang tidak diberikan obat-obatan, hanya vitamin dan makan yang cukup. “Berbeda dengan yang memiliki gejala seperti saya dulu, memang harus di rawat di rumah sakit dan diinfus karena kondisi badan melemah,” ujarnya.

Meluas setelah Hari Raya

Terjadinya lonjakan jumlah kasus Covid-19 di Kota Batam diduga karena meningkatnya mobilitas warga sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Namun, Amsakar enggan mengasumsikan bahwa hal tersebut menjadi penyebab meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Batam.

Batam Wabah
Pasien Covid-19 tanpa gejala berolahraga di Asrama Haji Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, baru-baru ini. (Foto: Humas Pemko Batam)

Saat ini Pemko Batam bersama Forkominda terus fokus agar jumlah kasus Covid-19 bisa turun, kemudian jumlah pasien yang sembuh dapat meningkat. Karena itu pihaknya terus mengajak masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan baik. “Jalankan terus protokol kesehatan, karena ini cara terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam ditugaskan untuk ikut mengawasi penanganan Pasien Terkonfirmasi Tanpa Gejala Covid-19 di Asrama Haji Batam. “Kepala OPD secara bergantian bertugas untuk memantau kelancaran pelaksanaan karantina tersebut,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam Azril Apriansyah.

Penugasan ini seiring terbitnya Surat Perintah Tugas (SPT) Nomor 342/SPT/BKPSDM-PPKPA.1/V/2021 yang diteken Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin Hamid. Dalam surat tersebut disebutkan, para pimpinan OPD tersebut juga diminta membuat laporan kepada Walikota Batam terkait penanganan pasien Covid-19 selama tugas pengawasan.

Dari laporan jumlah pasien masuk dan keluar, laporan kelengkapan/perlengkapan sarana dan prasarana baik yang bersifat medis maupun non medis. “Non medis seperti, ketersediaan tempat tidur, kamar rawat inap, fasilitas air bersih, listrik, hingga kebersihan sedangkan sarana dan prasarana medis berupa ketersediaan obat-obatan, vitamin juga ventilator,” katanya.

Tidak hanya itu, pimpinan OPD yang bertugas juga harus melaporkan penyediaan konsumsi harian bagi pasien Covid-19. Hingga laporan di luar prosedur atau keadaan normal terkait keadaan pasien. Selanjutnya, mereka ditugaskan mengevaluasi dan memberikan masukan positif kepada pimpinan terkait penanganan Covid-19 di Kota Batam.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyempatkan diri menyapa pasien tanpa gelaja (Orang Tanpa Gejala/ OTG). Hal itu dilakukan Amsakar sebelum masuk ke kantor. “Ini bentuk perhatian kita agar masyarakat tetap semangat dalam menjalani karantina di Asrama Haji,” ujar Amsakar.

Amsakar mengaku, pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi Covid-19 sendiri. Ia menegaskan, sejumlah jadwal aktivitas pasien sudah disusun. “Pagi kita ajak olahraga, layanan lain juga diberikan agar masyarakat yang sedang dikarantina tetap nyaman dan tetap bahagia,” katanya.

Amsakar pun menegaskan, langkah pemerintah melaksanakan karantiana mandiri terpadu di Asrama Haji tersebut guna menekan penyebaran Covid-19. Dengan begitu, pemerintah juga akan lebih mudah merawat warganya. “Semoga langkah kita ini sebagai ikhtiar bersama melawan Covid-19,” katanya.

Amsakar juga mengatakan, pihaknya sedang mencari 73 relawan tenaga medis untuk ditempatkan di Asrama Haji. Relawan yang dibutuhkan yakni tenaga medis untuk kategori perawat, analis laboratorium dan dokter umum.

“Sekarang sudah ada petugas kita siapkan. Namun dengan jumlah pasien tinggi, kita mencari relawan untuk menangani pasien Covid-19 tanpa gejala yang menjalani karantina terpadu,” katanya.

Data terakhir sudah ada lima dokter yang bersedia. Jika ada yang berminat menjadi relawan syaratnya di antaranya, memiliki surat tanda registrasi (STR) di masing-masing bidang dan berusia maksimal 35 tahun.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Kapolresta Barelang Kombes Yos Guntur dan Dandim 0316/Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan memimpin apel terkait kegiatanpenegakan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19, Kamis (3/6/2021) malam.

Amsakar mengatakan, kegiatan kali ini menargetkan Tempat Hiburan Malam (THM), Gelanggang Permainan (Gelper) dan seperti biasa pusat keramaian lainnya. Dengan merujuk pada aturan yang berlaku, Amsakar mengimbau agar petugas tidak ragu menindak jika ditemui pelanggaran.

“Sampai seminggu ke depan, THM dan Gelper kami minta tutup. Kalau ditemukan pelanggaran ambil langkah sebagaimana mestinya,” ucap Amsakar dalam arahannya.

Untuk pusat keramaian, jika ada yang masih saja berkerumun petugas dapat membubarkannya. Berbagai upaya ini, kata dia, tidak lain merupakan upaya menekan penyebaran Covid-19 di Batam. “Namun dalam menjalankan tugas menggunakan semangat yang persuasif, pendekatan yang humanis tapi tegas,” harap dia. (Ard)

 

Pos terkait