Batam Mampu Kendalikan Inflasi tapi Tetap Waspada Harga Cabai dan Telur Ayam

Harga cabai telur ayam
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad yang juga Wakil Ketua TPID Batam. Foto: gokepri/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Kota Batam dinilai mampu menekan gejolak kenaikan harga kebutuhan tapi tetap harus waspada harga cabai dan telur ayam.

Memasuki libur Natal dan Tahun baru 2022 sejumlah komoditi pangan di Batam mengalami kenaikan, meski stok dinyatakan aman. Wakil ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam, Amsakar Achmad mengatakan berdasarkan hasil rapat TPID ada kenaikan harga semua jenis cabai dan telur ayam di Kota Batam. “Cabai dan telur di Batam mengalami kenaikan diprediksi akan menjadi penyumbang infasi di Batam,” kata dia saat ditemui di Pemko Batam Senin 26 Desember 2022.

Amsakar yang juga wakil wali kota ini menyatakan, sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, daerah diminta fokus dalam penanganan inflasi. Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional terdapat 20 komoditi yang menjadi perhatian, lima di antaranya mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.

HBRL

Amsakar meneyebutkan komoditas yang alami kenaikan di antaranya, cabai rawit naik 15,5 persen secara nasional. Disusul cabai merah naik 7,5 persen, daging ayam bras 5,7 persen, telur 4,4 persen, dan beras 2,2 persen.

“Meskipun kenaikannya tidak setinggi rata-rata nasional, namun kami tim TPID akan terus memantau dan melakukan komunikasi dengan daerah penghasil. Tujuannya agar inflasi terjaga, dan daya beli masyarakat tidak menurun,” kata dia.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan Kepri dinilai cukup baik dalam melakukan langkah taktis pengendalian inflasi. Menurut Amsakar, bicara soal Kepri, tentu yang paling memberikan dampak itu adalah Batam. Untuk itu atas kerja sama semua pihak dalam mengendalikan inflasi ini, Mendagri menilai Kepri cukup baik dalam penangan inflasi.

“Kota Batam merupakan salah satu kota dengan capaian pengendalian inflasinya yang cukup baik dari grafik yang dipaparkan Kemendagri tadi,” kata dia.

Pemantauan terhadap pergerakan harga akan dilakukan Dinas Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Batam, sementara untuk komoditas lokal berada di bawah pengawasan Dinas Ketahanan Pangan, dan Pertanian (DKPP) Batam, begitu juga dengan peran distributor.

“Ini merupakan kerja bersama. Kami berharap inflasi Batam bisa terjaga, meskipun bukan daerah penghasil, Pemko Batam berupa menjaga stok dan harga pangan,” kata Amsakar.

Baca Juga: PENURUNAN KONSUMSI: Mengintip Daya Beli Masyarakat Kepri saat Pandemi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait