Batam Jadi Percontohan Ekosistem Logistik Nasional

Ekosistem logistik batam
Pelabuhan Batuampar, Pulau Batam. (foto: Ocean Week)

Batam (gokepri.com) – Pelabuhan Batuampar telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat menjadi pilot project penerapan sistem National Logistik Ecosystem (NLE) melalui Batam Logistic Ecosystem (BLE).

Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Nelson Idris mengatakan NLE akan memperkaya peran Indonesia National Single Window (INSW) yang mengintegrasikan perizinan. Lebih dari 15 Kementerian/lembaga (K/L) di lingkungan pemerintah.

“Sementara NLE tidak hanya mengakomodir kolaborasi G2G tetapi juga mampu memfasilitasi kolaborasi platform business to business (B2B) dari hulu ke hilir,” kata Nelson dalam konferensi pers di Kantor Badan Usaha Pelabuhan, Batu Ampar, Batam, Jumat (8/1/2021).

Menurut dia, NLE merupakan aplikasi yang dibangun oleh pemerintah sebagai wadah bertemunya pengusaha dan para pemilik platform.

Di mana tujuanya adalah memutus mata rantai birokrasi layanan logistik dan membuka informasi layanan kepada publik seluas-luasnya yang pada akhirnya akan menurunkan biaya logistik.

“Untuk skala Batam, dibentuklah BLE yang memungkinkan diterapkannya single entry,” ujarnya.

Untuk semua layanan perizinan dalam satu platform terintegrasi yang melibatkan regulator, seperti BP Batam, KPU Bea Cukai Batam, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, Kantor Imigrasi Batam dan Balai Karantina Batam.

Sehingga pengguna jasa cukup satu kali melakukan input data yang akan secara otomatis terhubung dengan platform di instansi lainnya.

“Jika penerapan BLE ini berjalan dengan baik, sistem ini akan diduplikasi di kota-kota lainnya dan terintegrasi dalam sistem induk bernama National Logistic Ecosystem (NLE),” katanya.

Selain memberikan kemudahan bagi pengguna jasa karena lebih efisien dari segi pengisian data, ia berharap penerapan BLE maupun NLE nantinya dapat berimplikasi pada penurunan biaya logistik.

Ads bp batam 2026 baru

“Efisiensi waktu dalam hal pengurusan administrasi membuat pelayanan juga lebih cepat sehingga biaya-biaya yang tidak resmi bisa diminimalisir sehingga biaya logistik dapat lebih murah,” ujarnya.

ARD

Pos terkait